Tips 3/3: Menjaga kecerdasan otak


Ketika sedang lelah secara psikis, stres, atau seiring bertambahnya usia sebagian orang merasa bahwa terjadi kemunduran pada daya ingat dan kemampuan berpikirnya. Namun, tidak perlu khawatir, karena tentunya ada cara untuk menjaga kecerdasan otak. Kira-kira apa yang dapat dilakukan untuk menjaga kecerdasan otak?
Berikut 3 cara untuk menjaga kecerdasan otak:

  1. Menari. Salah satu kegiatan yang dapat merangsang berbagai sistem otak adalah menari. Menari membutuhkan koordinasi, organisasi, dan sikronisasi. Sehingga menari banyak menyebabkan stimulasi otak.
  2. Kunjungi Gym. Berolahraga di gym dapat membantu pertumbuhan sel-sel baru pada dentate gyrus, sebuah bagian otak yang penting untuk memori. Peneliti mengukur volume darah pada otak orang dewasa yang berolahraga 4 kali seminggu selama 4 bulan dan menemukan bahwa semua aktivitas tersebut dapat memicu produksi neuron.
  3. Sarapan dengan telur. Sarapan ideal adalah telur, karena telur mengandung vitamin B, yang memungkinkan sel saraf untuk membakar glukosa, sumber energi utama otak, antioksidan, yang melindungi neuron terhadap kerusakan. Telur juga mengandung asam lemak omega 3 yang menjaga sel-sel saraf.

Dan yang ini adalah 3 hal yang perlu Bujang Dare hindari:

  1. Mengerjakan pekerjaan secara bersamaan. Berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang berikutnya akan melibatkan berbagai wilayah otak, dan dapat membuat waspada secara mental. Sehingga daripada melakukan segala pekerjaan secara bersamaan karena merasa multitasking, lebih baik mengerjakan pekerjaan secara bergantian dengan fokus.
  2. Kekurangan nutrisi untuk sel otak. Tingginya tingkat polifenol, yaitu antioksidan yang ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran dapat melindungi sel otak dari kerusakan yang mungkin disebabkan oleh penyakit seperti Alzeimer. Air putih sekitar 8 gelas sehari juga baik untuk melindungi sel otak. Otak mengandung 80 persen air, dan jika tidak terhidrasi, neuron tidak dapat bekerja dengan baik.
  3. Kurang tidur. Otak mengumpulkan potongan-potongan yang berbeda dari informasi dan merangkai informasi-informasi tersebut saat sedang tertidur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur selama 7 jam menunjukkan aktivitas otak secara signifikan lebih dari baik daripada orang-orang yang memiliki waktu tidur yang kurang dari 7 jam.




Simak Kericau Pagi di Radio Volare Pontianak, FM 103.4, dari Senin-Jumat, pukul 06.30-07.00 bersama @elis_tening

Foto: xboxkinectfans.com

Posted in , | Leave a comment

Tips 3/3: Sukses membuat kue kering




Menjelang hari Idul Fitri, Bujang Dare pasti sibuk untuk hidangan untuk tamu yang bersilaturahmi datang kerumah. Tradisi seperti kue kering pun menjadi wajib tersedia dirumah. Kue kering bisa dibuat sendiri atau yang memang tidak ingin repot cukup memesan dengan tempat langganan. Nah, ada 3 tips untuk Bujang Dare supaya membuat kue keringnya sukses, apa aja?
  1. Memilih tepung. Wajib memperhatikan warna tepung apakah warna pada tepung putih, bersih, tidak berbau, dan pastikan tidak apek. Pastikan bahwa jenis tepung yang digunakan telah sesuai dengan bahan membuat kue yang kita inginkan,  Jangan sampai anda memasukan tepung yang salah saat membuat kue. Gunakan tepung serbaguna seperti tepung terigu, tepung maizena, ataupun tepung ketan sebagai bahan baku utama. Tetapi tepung yang sering digunakan yaitu tepung terigu. Untuk mendapatkan hasil kue yang renyah, dapat Bujang Dare peroleh dengan cara terlebih dahulu menjemur tepung yang akan dipakai atau bisa juga dengan sangrai tepung terlebih dahulu agar lebih kering.
  2. Gula halus. Digunakan sebagai pengempuk dan pengikat sehingga tekstur kue lebih padat. Cara memilih: Gunakan gula dalam jumlah yang tepat (maksimal 1/3 dari jumlah bahan) agar cake mengembang dengan baik saat dipanggang. Sebaiknya gunakan gula kastor atau gula pasir berbutir halus supaya mudah halus dan rata. Tekstur kue yang dihasilkan pun jadi lebih halus (pori-pori lebih kecil)
  3. Trik menguleni adonan. Agar kue tidak menjadi keras, perhatikan teknik menguleninya. Caranya, remas perlahan adonan kue dengan jari-jari perlahan saja dan jangan ditekan terlalu keras. Lebih baik adonan kue diaduk dgn menggunakan sendok kayu. Ingat! Jangan terlalu lama mengaduk adonan, agar tidak lembek. Jika sudah terlanjur lembek, jangan tambahkan tepung namun bungkus adonan dengan plastik dan simpan dalam lemari es.

Sayangnya tidak semua resep bisa menghasilkan kue kering yang sempurna seperti yang Bujang Dare inginkan, salah satunya mungkin tekstur kue yang terlalu keras. Nah, 3 ada hal berikut yang bisa dicegah, dihindari supaya kue tidak menjadi keras. 
  1. Pemanggangan terlalu lama. Selain kue akan lebih cepat gosong, pemanggangan yang terlalu lama juga akan membuat kue jadi terlalu keras. Waktu ideal pemanggangan kue kering maksimal 20 menit. Sedangkan tingkat panas yang digunakan berkisar antara 130-170°C. Tapi, tingkat panas ini tergantung dengan jenis dan adonan kue. Semakin cair tekstur adonan maka temperatur yang dibutuhkan semakin tinggi. sedangkan untuk kue yang mudah dicetak atau dibentuk maka temperaturnya sekitar 130°C.
  2. Komposisi tidak seimbang. Perhatikan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kue kering, pastikan perbandingan bahan-bahan tersebut tepat, terutama tepung dan lemaknya. Perbandingan yang paling tepat adalah antara tepung dan lemak 2 : 1. Lemak akan menentukan volume dan tekstur kue. Sumbernya bisa didapat dari margarin, mentega, minyak atau kuning telur. Jika tepung terlalu banyak maka kue akan menjadi keras dan jika lemak terlalu banyak maka kue akan melebar dan rapuh. 
  3. Kurang telur. Salah satu penyebab kue menjadi keras adalah karena kurang telur. Di dalam pembuatan kue kering telur tak hanya berguna untuk mengembangkan kue, tapi telur juga berfungsi sebagai pengempuk kue, digunakan sebagai pengganti cairan, seperti air atau susu, sehingga membuat kue lebih lembab.


Tips singkat barusan semoga bisa menambah semangat untuk Bujang Dare dalam membuat kue kering yang enak dan lembut. Selamat mencoba. 

Simak Kericau Pagi di Radio Volare Pontianak, FM 103.4, dari Senin-Jumat, pukul 06.30-07.00 bersama @febiresi

Posted in , | 1 Comment

Tips 3/3: Meringkas daftar belanja


Niat semula ke pasar swalayan adalah untuk membeli beras dan minyak goreng. Tetapi saat memasuki kasir, kok ada tambahan makanan ringan, aksesori, majalah, dan sebagainya di dalam troli? Pasar swalayan memang didesain agar Bujang Dare melewati rak-rak yang memajang barang-barang yang menarik, yang mampu membuat Bujang Dare berhenti dan memutuskan untuk segera memasukkannya ke dalam keranjang.

Coba Bujang Dare ingat, di beberapa hypermarket, rak majalah diletakkan di dekat kasir. Dengan demikian, sambil menunggu giliran membayar, Bujang Dare dipaksa terpaku pada topik-topik yang dibahas di suatu majalah.  Tak puas hanya membaca sampul majalah, akhirnya Bujang Dare memutuskan untuk membeli majalah tersebut.

Bujang Dare tak perlu kesal jika hal ini sering terjadi pada diri Bujang Dare. Sebaliknya, bersikaplah dewasa dengan melakukan perencanaan belanja yang matang.
Berikut ini beberapa tips yang bisa Bujang Dare lakukan :

  1. Buat catatan mengenai apa yang harus dibeli. Periksa lemari dapur dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya untuk mengetahui dan mencatat apa saja yang telah habis dan perlu dibeli.
  2. Membeli barang-barang yang sedang dipromosikan. Beberapa supermarket atau hypermarket memasang iklan di surat kabar berisi barang-barang dengan harga promosi. Belilah barang-barang yang sedang dipromosikan karena, jika tidak, biasanya harganya menjadi lebih mahal daripada supermarket lain.
  3. Membeli produk private label. Pernah melihat bahan-bahan makanan dengan merek sendiri dari minimarket atau hypermarket itu sendiri? Produk private label adalah buatan dalam negeri, yang tentu lebih murah harganya. Soal kualitas, Bujang Dare tak perlu meragukannya.


Perhatikan pula 3 hal yang perlu Bujang Dare hindari:

  1. Mengajak anak kecil ke supermarket. Karena mereka mudah tergoda melihat makanan atau minuman yang sering diiklankan di televisi. Bujang Dare juga akan repot membimbing tangan mereka supaya tidak berlarian ke sana-kemari. Selain itu juga repot menenangkan bila mereka menangis karena keinginannya tidak dikabulkan.
  2. Melirik-lirik rak di dekat meja kasir. Saat mengantre di kasir, jangan lagi melirik-lirik rak di dekat meja kasir yang memajang makanan ringan seperti cokelat atau permen. Rak ini memang didesain agar Bujang Dare mudah mencomotnya.
  3. Membeli sedikit-sedikit. Belilah barang-barang yang rutin Bujang Dare gunakan dalam jumlah banyak, seperti bumbu dapur atau tisu. Membeli sedikit-sedikit hanya membuat Bujang Dare harus bolak-balik ke supermarket dan tergoda membeli yang lain.

Selamat berbelanja, semoga tips ini bermanfaat!

Simak Kericau Pagi di Radio Volare Pontianak, FM 103.4, dari Senin-Jumat, pukul 06.30-07.00 bersama @elis_tening

Foto: blog.healthkismet.com

Posted in , | Leave a comment

Tips 3/3: Mengatasi bau pengap dalam ruangan




Tiba di rumah sepulang kerja atau berpergian memang merupakan sebuah kenyamanan tersendiri. Namun apa jadinya jika menemukan suasana yang berbeda pada rumah? Seperti bau pengap misalnya. Bau pengap di rumah memang merupakan hal yang menjengkelkan ketika mendambakan rumah dengan kondisi harum. Bau pengap juga akan semakin terasa jika kita usai meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang lama. Namun tak perlu khawatir, ada beberapa cara untuk mengatasi bau-bau apek dan pengap di dalam rumah.
  1. Senantiasa membersihkan rumah  dari debu dan kotoran yang menempel. Debu dan kotoran  biasanya akan membuat rumah semakin tertumpuk oleh sarang kuman yang mampu menyebabkan bau apek pada ruangan. Gunakan vakum cleaner untuk mengangkat debu yang menempel dan sulit dihilangkan pada beberapa benda tertentu.
  2. Periksalah langit-langit rumah dan saluran air. Siapa tahu ada kebocoran atau rembes akibat air hujan. Karena air hujan yang menggenang dapat menyebabkan bau karena menjamur. Rapikan dan posisikan genteng rumah dengan baik, sehingga tak terjadi bocor atau rembesan.
  3. Pengharum ruangan untuk memberikan aroma wangi. Gunakan pengharum alami, seperti bunga kering yang dibungkus kain kasa atau buntalan kain yang diberi tetesan minyak aromaterapi, buat beberapa dan letakkan di beberapa sudut rumah. Atau tak ada salahnya untuk mengambil bubuk kopi tersebut dan meletakannya dalam wadah kecil. Bubuk kopi dipercaya mampu menghilangkan bau apek atau pengap pada ruangan. Usahakan bubuk kopi tersebut bukan kopi dalam kemasan atau kopi instan. Tempatkan beberapa wadah berisi kopi di sudut-sudut rumah. Aroma dari kopi tersebut akan menyerap bau-bau tak sedap.


Supaya kamar atau ruangan tetap nyaman untuk ditempati, coba deh hindari berikut yang bisa mendatangkan aroma pengap yang cukup mengganggu.

  1. Sampah. Buang sampah dan bersihkan laci dari barang-barang yang tidak dipakai. Dengan begini, akan membuat mudah diatur dan aromanya lebih segar. Terlalu banyak menumpuk barang akan menimbulkan bau apek. Lengkapi juga dengan tempat sampah di tempat yang sering dilewati dan yang mudah dijangkau.
  2. Sumber bau. Tumpukan pakaian kotor, sofa atau kasur yang lembab, buku-buku lama atau apapun itu, dikemas dan dibersihkan. Untuk pakaian kotor, coba untuk menyediakan keranjang berlubang untuk menaruhnya, lubang pada keranjang tidak akan membuat pakaian lembab dan meminimalisir penyebaran bau tidak sedap.
  3. Sirkulasi udara buruk. bukalah semua jendela, pintu, atau saluran udara yang ada di rumah secara lebar selama beberapa hari atau beberapa jam terutama saat pagi hari. Cahaya yang masuk dan pertukaran udara yang sejuk  mampu menetralkan udara dalam rumah.


Simak Kericau Pagi di Radio Volare Pontianak, FM 103.4, dari Senin-Jumat, pukul 06.30-07.00 bersama @febiresi







Posted in , | Leave a comment

Tips 3/3: Wadah makanan yang aman




Wadah pembungkus makanan gak semuanya aman lho. Ada beberapa yang berbahaya untuk makanan dan untuk tubuh kita. Sebelum dikasi tahu wadah jenis apa saja yang berbahaya, berikut ada beberapa wadah yang bisa Bujang Dare pakai saat mau beli makanan,

  1. Wadah plastik yang aman. Ada tanda food grade, yaitu logo gelas dan garpu, artinya plastik tersebut layak dipakai untuk memproduksi perlengkapan makan. Ada tanda food safe, yaitu logo contreng, artinya makanan atau minuman tersebut aman tidak terkontaminasi bahan-bahan kimiawi. Ada merek dagang yang dipatenkan, yaitu ada logo M (trade mark) atau R (registered). Artinya produk tersebut sudah terdaftar dan terjamin keasliannya. Ada persetujuan dari BPOM 
  2. Pembungkus daun. Daun sebagai pembungkus makanan merupakan teknik memasak yang tergolong tradisional. Daun dipercaya memberi aroma tersendiri bagi bahan makanan yang dibungkusnya. DAUN sebagai pembungkus makanan menjadi pilihan yang ramah lingkungan dan murah. Nyatanya, banyak daun bisa dimanfaatkan sebagai pembungkus. Misalnya daun pisang, yang sering dijumpai sebagai pembungkus lemper, tempe, nagasari, bahkan sampe nasi goreng. 
  3. Kemasan biodegradable. Plastik biodegradable dapat dibuat dari polimer alami, misalnya pati. Pati dapat dihasilkan dari berbagai komoditas seperti singkong, ketela rambat, talas, dan berbagai jenis umbi-umbian lain. diproduksi melalui proses fermentasi gula atau starch oleh Lactobacillus menjadi lactic acid yang selanjutnya dipolimerisasi dengan bantuan panas dan katalis logam menjadi PLA. Polylactic Acid itu sendiri memiliki sifat tahan panas & kuat, serta merupakan polimer yang elastik. 

Pembungkus makanan tidak semua aman bagi makanan yang dikemasnya, berikut 3 jenis pembungkus makanan yang patut Bujang Dare hindari,

  1. Bekas botol air minum mineral. Bahan plastic botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol mengandung zat karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika ingin memakainya lebih lama, Tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai berulang-ulang, jangan memakai botol plastik.
  2. Kertas. Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas. Timbal masuk melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain, seperti ginjal, hati, otak, saraf dan tulang. Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan koran, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbal ke makanan tersebut. Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.
  3. Styrofoam. Styrofoam dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan sebagai pembungkus karena dapat tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang, mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, lebih aman, serta ringan. Residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan.


Sudah tahu ya buruknya bahan kemasan yang tadi sudah disebutkan? Sekarang, jangan lupa ya untuk selalu bawa tempat sendiri saat belanja jajanan. Biar repot yang penting makanan yang dikemas dengan tempat sendiri akan jauh lebih aman sehat dan tentunya baik untuk kesehatan. Semoga bermanfaat.



Simak Kericau Pagi di Radio Volare Pontianak, FM 103.4, dari Senin-Jumat, pukul 06.30-07.00 bersama @febiresi




Posted in , | Leave a comment
Radio Volare. Powered by Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.