Archive for February 2012

39 Tahun Volare Dihati


Tulisan asli bisa dibaca di blog Putri :)

Ternyata, radio kesayangan yang bermotto “Power Of Communication” ini telah mengudara selama 39 tahun. Sebelum saya hadir dibelahan dunia ini hahaha ~

Seneeeeeeeeeeeeng sekali bisa jadi bagian dari radio Volare. Inilah radio yang dari jaman SMP udah saya dengerin, sampe dulu sempet rebutan radio sama mamah dan akhirnya radio itu rusak dan ga bisa dipake lagi hihihi. tapi sekarang udah gampang untuk dengerin radio, tinggal pasang headset diponsel atau streaming di PC J

Tau gak, kalo penyiar favorit saya dulu itu @ototank karena suka becanda yang bikin pusing menghilang. Sekarang, setelah ketemu dan tau gimana orangnya, saya mah nyerah aja kalo uda ketemu dia. Pasti digodain & “disakat” terus menerus -____-

Bersyukur sekali bisa ngerayain ultahnya Volare barengan penyiar-penyiar senior lain. Padahal saya belum genap setahun jadi penyiar disini. Keterima resminya sih kalo ga salah bulan April. Lupaaa soalnya muahahahaha J

Ini kerieuhan suasana studio yang saya abadiin sesaat setelah saya dan @honeyliziousselesai bersiaran Setiap Perempuan J





Rame yah J

Nah, diultah Volare ini, saya diantara sedih dan seneng. Sedihnya karena mesti absen selama kurang lebih 3 bulan untuk magang disebuah kantor pemerintah sebagai syarat kelulusan kuliah, jadi cuma bisa siaran seminggu sekali, di Setiap Perempuan aja. Tapiii, senengnya dapet temen baru, yaitu 3 calon penyiar baru yang lolos  audisi Volare Voice kemarin.

Dengerin ceritanya mbak @_temi dan teteh @iristya yang dapet jodoh gara2 mengudara di Volare kemarin, saya jadi kepingin. xixixixi :p

Jangan gundah gulana kalo pada kangen sama suara saya yah Bujang Dare kekekekekeke :D











Posted in , | Leave a comment

Masih Tetap Pendengar Setia


tulisan asli dapat dijumpai di blog Eel :)

Sudah empat bulan lebih menjadi jurnalis di Radio Volare. Semuanya berawal dari pendengar setia. Ya pendengar setianya sejak akhir tahun 2008 hingga sekarang. Alhamdulillah berkat gelar pendengar setia itulah akhirnya mendapat kesempatan untuk menjadi ''Reporter Volare''.

Bulan Maret merupakan bulan yang penuh moment tak terlupakan. Pada bulan Maret, secara resmi menjabat ''Listener Of The Month'' pertama di program yang juga pertama kali diluncurkan (aiss bahasanya diluncurkan) oleh Radio Volare. Program LTOM ini merupakan program dimana setiap bulannya memilih seorang pendengar setianya untuk dipublish di Radio Volare. Publish dalam arti adalah sebuah penghargaan bagi pendengarnya, dan juga sarana untuk mengeratkan antara penyiar dengan pendengarnya. Banyak penghargaan yang diberikan seperti dapat kesempatan bersiaran dengan penyiar favorite kita sebanyak 4 x dalam sebulan. Selain itu wajah dan jejaring sosial kita juga akan di nimbrung di websitenya serta testiomonial kita juga akan diperdengarkan setiap harinya selama satu bulan penuh. Semua itu saya dapatkan ketika menjadi LTOM nya Radio Volare Bulan Maret tahun 2011 yang lalu.

Dan sekarang saya rasa LTOM itu masih layak saya jabat kenapa? Karena saat saya sebelum menjadi LTOM ditanya dahulu via telpon oleh penyiar. Pertanyaan tersebut antara lain : Kapan Ulang Tahun Radio Volare? Sebutkan Nama Program di Radio Volare, dan Sebutkan Nama Penyiar di Radio Volare. Bagi saya pertanyaan itu tidak terlalu berat, karena ya namanya juga pendengar pasti taulah :).

Saya agak kecewa ketika seseorang yang menjabat LTOM tetapi dianya lupa nama program yang sering ia dengar. Salah satunya saat beliau mau rekaman sebagai LTOM tapi beliau lupa apa nama program favoritenya, bagi saya itu aneh, lah masa hal yang paling disukai kok jadi lupa? (maaf bukan sombong, cuma kesel aje :D), untungnya lidah ini yang keceplos bilang ''kepak karir''.

Hal lain yang membuat saya kecewa sebagai pendengar setia terhadap pendengar lainnya adalah ketika pas Ultah Volare 26 Februari 2012 lalu, ketika ada kuis ''tune buka dan tutup Radio Volare'',banyak yang nelpon untuk nyanyi tetapi nyanyinya seperti tidak niat sama sekali, boleh saja mengaransemen ulang lagu tersebut tetapi liriknya ya janganlah diubah-ubah. Karena hadiah yang ditawarkan maka mereka lupa bahwa lirik lagu itu merupakan cerminan bahwa Radio Volare itu Sahabat Di Setiap Suasana. Tetapi pendengar yang menelpon hanya mengejar hadiah. Tetapi satu orang pendengar patut diacungi jempol karena liriknya dan irama lagunya hampir sama dengan yang sebenarnya meskipun satu bait kurang pas. (ngomel atau ngoceh? Entahlah. Just My Opinian :) )

''Terbanglah sobat bersama kami
Rangkullah cita mu, menuai hari mengangkasa merubah cakrawala.
Gemilang, menyongsong terang mengukir kreasi dan prestasi, gapai hari nan pasti.
Radio Volare, Volare, gerakan nan dunia musik kita.
Radio Volare, Volare sahabat disetiap suasana, Volare ''

Lirik lagu tersebut saya catat setiap Volare tutup siaran pada tahun 2008. Pernah saya mengirim pesan sms berupa saran agar lagu tersebut dinyanyiin ulang oleh orang2 volare. Dan dijawab langsung oleh penyiarnya. Dikatakanna, lagu Volare itu menandakan umur Radio Volare hingga saat ini, makanya lagu tersebut tetap dipertahankan tanpa dinyanyiin ulang. Setuju banget sama jawabannya :D

Posted in , , | 1 Comment

Yang tersisa dari 39 Tahun radio Volare, 12 Februari 2012


selamatan ulang tahun Radio Volare yang tepat jatuh di hari minggu kemaren semestinya dimulai jam 12 siang sesuai undangan. Tapi seperti biasa, kumpul-kumpul komplit untuk bisa dimulai acara molor 1 jam sepertinya *maklum, saya ga bener-bener ngecek jam untuk memastikan*.
Muka-muka yang ga pernah saling bertemu karena jadwal yg berbeda akhirnya nongol. Muka-muka penyiar yang jadi MC terkenal Pontianak juga nongol. Hal yang luar biasa buat kita-kita karena mo ketemuan dgn mereka sekarang udah susah. Masih mudah bikin janji dgn om Gubernur deh kayaknya :p. Muka-muka yang udah sering ketemu justru malah ga nongol di acara selamatan. Ada yang banyak urusan, ada yang sakit, ada yang di luar kota. But most of all, kebanyakan penyiar dateng. Saya sendiri gara-gara berpakaian terlalu resmi *mo undangan soalnya*, dapet gelar Mamah Dedeh dalam sehari.
Ajang kumpul kali ini terasa lebih banyak anak kecilnya. Tanpa disadari, umur penyiar dan kru nya juga semakin tua. Udah ada beberapa penyiar imut yg sekarang udah bawa anak imut. Kayak teh sisi, mbak sari, & mbak yuyun.
Dibuka dengan pembacaan doa, trus potong kue ultah *yang belakangan saya nyesel krn ga nyicipin. Karena itu ternyata tiramisu :(*. Diakhiri dengaaaaaaan, seperti biasa: MAKAN :p.
Selesai makan dan sedikit mencari bunuhan untuk becandaan :)), kita rame-rame naek ke studio. Inilah saatnya -the story behind us-.
Dibuka dengan kisah mba temi -tentang jadi penyiar kemudian ketemu jodoh yang udah ngasi anak dua-, ternyata diikuti dengan pengakuan penyiar-penyiar laen yang ga terungkap. Mungkin bg didit boleh dibilang pengoleksi mantan terbanyak dengan sesama penyiar hehehe. Waktu siaran keroyokan itu aja, mantannya dua di ruangan. Sama-sama berbaju ungu pula *kata beliau yang ternyata memperhatikan*. Namanya sehari-hari ketemu, ya ga aneh dong yah ada penyiar yang saling cinlok. Dari cinlok sampe cuman sekedar naksir-naksiran udah biasa ah. Ada yang nyimpen di hati, ada yang cuman berani curhat ke temennya sesama penyiar, sampe ada yang berani nembak dan ditolak *ijinkan saya di bagian ini untuk tertawa*. Dari kebanyakan cerita temen-temen penyiar,menjadi bagian Volare adalah sebuah kebanggan dan nilai plus ketika memasuki dunia karier. Termasuk saya sendiri, yang selalu setiap wawancara diminta untuk siaran.
Ngomong-ngomong soal terkenal, mari kita berhitung dengan keterbatasan ingatan saya tentang 'artis-artis' jebolan Volare. Ada Ilham Kurniawan si MC terkenal, ada bg Dian Gustiansyah yg sedang menjajal tanah ibukota dgn Sidepony nya, ada koko Jerry presenter & MC yang lagi naek daun, dan yg terakhir MC yg bener-bener naek daun dan susah sekali dicari: Galih Wahyudi alias Juki *panggilan dari saya sih, soalnya dia manggil saya Jukinah*
Yang tersisa sedikit adalah sedikitnya wajah Mbak Temi hadir di foto-foto Volare. Bahkan difoto bareng semua penyiar pun beliau ga nongol. Wajar, karena beliau tukang fotonya. Hmmmm, wajah beliau harus hadir waktu foto resmi di studio nanti.

Semoga saya taon depan masih diberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari Volare. Insyallah. Aamiin :)

Posted in , , | 1 Comment

Happy Birthday Radio Volare


Designed by Abang Priana Ashri

Waktu benar-benar seperti terbang. Rasanya baru saja kemarin lalu di pembuka siaran saya sebutkan: 32 tahun Radio Volare, hari ini, 26 Februari 2012, Volare sudah memasuki usia 39 tahun. Happy birthday, Radio Volare!

Meskipun sekarang setelah berdomisili di Sekadau saya sudah tak pernah lagi siaran *karena jarak yang memisahkan berkilo-kilo meter jauhnya*, dan profil saya dari halaman web Radio Volare terancam sirna *halah* kalau dalam waktu 3 bulan berturut-turut tidak on air, but it doesn't mean I'll lose my sense of belonging to my experience I had along my time being there. Yap, pengalaman berharga yang saya dapatkan sejak awal mula saya menjadi bagian dari Radio Volare, sampai dengan hari ini.

Setelah saya coba ingat-ingat dan dihitung-hitung, sejak pertama kali on air di awal 2004 sampai dengan terakhir kali 'ngerampok' jadwal dan kadang-kadang nyempil di beberapa program tertentu, terrrrnyata ada lebih dari 20 program yang pernah saya bawakan, baik sebagai penyiar tetap, dan lebih banyak sebagai penyiar pengganti. Program apa sajakah itu? Mari bernostalgia (lagi) dalam rangka memeriahkan Ultah Volare yang ke 39 ini. Tapi ini programnya bukan berdasarkan urutan tahun siaran ya. Berdasarkan kapasitas ingatan saya yang terbatas saja. So, here they are:

1. Direct Contact, atau disingkat DC. 

Maluuuunya kalo inget bahwasanya saya pernah cukup 'terkenal' melalui program ini dengan nama: Dinie Sgiphic *kemudian istighfar*. Direct Contact adalah program pertama yang saya bawakan. Dengan degup jantung yang kencang, saya bacakan kartu DC petang itu. Ya, Direct Contact adalah program baca kartu dan request lagu dari pendengar. Waktu itu berkirim salam via kartu DC cukup tenar dan dikuasai oleh beberapa 'anak gaul' Kota Pontianak. Dengan kata lain, dulu saya cukup banyak juga punya teman yang 'anak gaul'. Apa-apaan ._.

2. Jukebox, Sunday Morning Jukebox

Program request lagu juga, hanya saja Jukebox terima request via telpon dan SMS, sembari penyiar berbagi informasi seputar kesehatan, teknologi, dan beragam tips untuk Bujang Dare (sebutan khusus untuk pendengar Radio Volare). Di program ini, saya juga sempat siaran dengan 2 orang comic kenamaan Kota Pontianak: Ilham Kurniawan *yang juga MC kondang kenamaan se-Kalbar dan baru saja mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan*, dan Ipunk Wahaha di Sunday Morning Jukebox. Bisa dibayangkan bagaimana aroma studio di hari minggu pagi karena 2 orang tersebut lebih sering datang siaran pagi tidak pake mandi.

3. Kepak Karir

Menyajikan informasi seputar dunia kerja, karir dan keuangan. Waktu saya masih jadi scriptwriter, program ini namanya Niaga Khatulistiwa, dibawakan oleh salah seorang penyiar favorit saya: Bang Budi KK. Di usia Volare yang ke 36 tahun, dibuatlah program Kepak Karir Special Edition. Reviewnya bisa dibaca di blog Volare :)

4. Buletin Olahraga, disingkat Bulora.

Sampai sekarang saya masih beranggapan bahwasanya saya diminta untuk bawakan program ini sematamata karena saat itu penyiar lain ga mau siaran pagi. Anggapan yang jahat ya hehehe. Yah abisnya saya ini bukan tipikal perempuan yang paham olahraga, jarang olahraga pula, dan walhasil pernah dikritik oleh pendengar gara-gara salah menyebut nama seorang pemain bola.

5. Canda Khatulistiwa

Program ini hadir di sore hari untuk temani Bujang Dare santai-santai selepas pulang kerja. Diperlukan kepiawaian melucu untuk program ini. Minimal bisa menertawakan kelucuan sendiri. Satu-satunya bekal saya kalau siaran ini adalah: buku humor dan koleksi pantun. Penting itu, untuk jaga-jaga kalau rekan penyiar tidak bisa datang. Lagipula, waktu itu saya masih terhitung penyiar dini *dalam arti yang sebenarnya* yang tidak boleh dibiarkan siaran seorang diri.

6. Free Your Mind

Saya tidak terlalu ingat whether or not saya pernah bawakan program ini. Rasa-rasanya pernah, karena saya  juga sempat jadi reporter, wawancara anak-anak muda tentang tema yang diangkat untuk program ini. Waktu itu merekam suaranya masih pake tape recorder, yang kalau tombol rec berwarna merahnya kepencet, hilanglah hasil rekaman yang sudah capek-capek saya rekam.

7. English Teletalk

Program ini adalah salah satu alasan terberat saya untuk meninggalkan dunia siaran. Sejak awal mula saya menjadi pendengar setia Radio Volare *setia banget, dari pagi sampai malam. Bahkan waktu itu jadwal siarannya saya catat. Saking setianya dulu radio yang saya dengar hanya Radio Volare. Dengarkan radio lain hanya kalau frekuensi 103 FM (dulu masih 103 FM) menghilang dari udara*, program yang paling saya suka adalah English Teletalk. 

Waktu itu penyiarnya Mbak Yanti Sihotang dan Bang Bernard Sembiring. Saya ga ngerti mereka ngobrol apa. Benar-benar tidak ngerti. Tapi suka sekali mendengar mereka begitu lancar berbahasa Inggris. Sejak hari itu, saya bertekad, suatu hari saya harus bisa berbahasa Inggris seperti mereka. And Allah granted my wishes. Hingga di sebuah sore yang cerah, Mbak Temi menawarkan saya untuk siaran program ini, saat saya kelas 3 SMU, dengan kemampuan Bahasa Inggris yang masih abal-abal, dan anehnya saya terima tantangan itu. 

Lewat program inilah saya pelan-pelan mengasah kemampuan speaking. Indikator saya waktu itu, kalau sudah bisa ngobrol dengan native speaker, berarti sudah bisa speaking. Ahihihi. 

8. Fokus Artis Minggu Ini, disingkat Fotis Mini.

Barangkali saya adalah penyiar radio dengan selera musik paling buruk se-Indonesia Raya. Maka tak heran kalau di Volare, saya tidak dikasi jadwal siaran untuk program musik. Termasuk program Fotis Mini yang membahas artis yang lagunya jadi juara di Indonesia 10 atau Volare Number One Sound. Hadirnya saya di program ini tak lain tak bukan, hanyalah menggantikan Mbak Sissy Iristya yang berhalangan hadir. 

9. Afternoon Tea

Seperti Canda Khatulistiwa, program ini hadir menemani Bujang Dare untuk santai sambil ngeteh di sore hari, as its name: Afternoon Tea. 


Sama seperti Fotis Mini, kehadiran saya di Indonesia 10 juga (lagilagi) untuk menggantikan Mbak Sissy Iristya. Penyiar pengganti yang rajin dan baikhati sekali ya saya ini :p


Saya sendiri tidak percaya saya pernah siaran program ini. Dari dulu saya menganggap bahwa Volare Numer One Sound adalah program yang hanya akan saya dengarkan, bukan bawakan. Dan hari itu, 19 Agustus 2007, mengudaralah suara saya dari pukul 9 hingga pukul 11. Meskipun hanya 1 kali sepanjang karir siaran saya, tapi terkenang sepanjang masa. Yaiyalah, langsung saya buat tulisannya di blog Volare soalnya hahaha.

12. Double Dose

Ini program musik juga, dan *kali ini bukan menggantikan* hanya beberapa bulan saja saya betah membawakan program ini. Selang beberapa bulan, host Double Dose berganti ke penyiar yang lebih paham musik: Bang Jaka Prakasa atau Bang Didit kalo ga salah inget.

13. Girl's Talk

Sebetulnya saya merasa tidak pantas muncul program ini. I am a woman, yes. But not that girlish enough to host this program. Sebagian besar topik di Girl's Talk bukanlah jenis bahasan yang saya kuasai, apalagi saya terapkan. Untunglah, waktu itu nongol di Girl's Talk hanya menggantikan penyiar lain yang berhalangan hadir. 

14. Oase Iman


Sejukkan iman sembari lepaskan lelah di penghujung hari… Seharian disibukkan persoalan duniawi, seringkali membuat kita mengabaikan perlunya senantiasa menguatkan iman. Seharusnya kita mampu berkaca pada diri kita sendiri, sudahkah bertambah tebalkah imanku hari ini? Atau jangan-jangan semakin menipis? Lewat kisah-kisah sederhana dalam kehidupan sehari-hari manusia, mudah-mudahan kita bisa sama-sama banyak belajar..

Demikianlah bunyi deskripsi program ini di halaman web Radio Volare. Saya belum pernah siaran Oase Iman live dari studio karena programnya on air di malam hari. Jadi, dulu ketika Mbak Sissy cuti, saya-lah yang dengan senang hati rekaman sepekan sekali dengan Bang Azis atau Mbak Sari.

15. Dunia Kampus

Sesuai judul programnya, bisa ditebak kan tentang apa acara ini? Tepat sekali. Memberikan informasi seputar dunia kampus, membahas topik yang berkaitan dengan kehidupan kampus, berbagi tips dan informasi beasiswa, serta sesekali menghadirkan narasumber untuk diajak talkshow.

Membawakan program ini memberikan amat banyak keuntungan untuk saya. Salah satunya, ketika saya menjadi Project Manager event English Pintar 2008, berkalikali saya promosi gratis di program ini. Hehehe.

16. Rehat Kerja

Jenuh dengan kerjaan saat ini? Punya uneg-uneg tentang rekan sekerja? Atau punya trik menghadapi bos yang galak? Gabung aja di Rehat Kerja, wadah ngumpulnya para pekerja, manajer, juga para bos untuk ceritakan kembali serunya kehidupan bekerja. Bujang dare punya selera humor tinggi? Jangan disimpan sendiri! Telpon ke sini dan bantu lepaskan semua stress yang mendera…

Demikian bunyi deskripsi program Rehat Kerja di web Volare. Momen paling berkesan di Rehat Kerja adalah ketika siaran dengan beberapa tamu dari luar kota, salah satunya Rehat Kerja bersama  Bob Sadino.

17.Ta'lim Annisa

Menurut saya, inilah program yang 'saya banget' sampai saat ini ^.^v. Banyak sekali tambahan ilmu agama yang saya dapat setelah siaran Ta'lim Annisa. Beberapa ilmunya saya simpan di blog Volare, dan sebagian bisa dibaca di postingan dengan label: dini.

18. INSTAN, kepanjangan dari INi Saatnya ikuTan siarAN.

Program ini agak-agak mirip dengan seleksi presenter terbaik di program Volare Hotline Service yang beberapa hari lalu saya kisahkan. Bedanya, di INSTAN prosedurnya agak lebih birokratif *istilah macam apa ini?*. Prosedurnya, peserta mendaftarkan diri dulu ke kantor Volare, isi formulir, kemudian akan ditentukan di pekan keberapa mereka on air. Jurinya? Siapa lagi kalau bukan Mbak Temi.

19. CAKRAWALA, baCAkan RAgam WAwasan dan LAgu.

Hihihi. Saya senang CAKRAWALA sampai sekarang masih dipakai sebagai nama program yang hadir rutin Senin - Sabtu ini. Saya ingat ada beberapa nama yang saya tawarkan ke Mbak Temi, dan nama CAKRAWALA yang dipilih. CAKRAWALA, sesuai judulnya, menghadirkan beragam informasi dan menerima permintaan lagu lewat pesan singkat.

Harap digarisbawahi, menerima permintaan lagu lewat pesan singkat, loh ya. Belum tentu lagu yang dirikwes, lantas akan diputarkan. Karena, yah bisa ditanyakan ke penyiar yang pernah membawakan program ini, kadangkala ada pendengar yang suka agak 'melenceng' dalam menentukan lagu pilihan untuk diputar. Hehehe. Maksudnyaaa dengan melenceng? Ah, mendingan cari tau di web Volare aja ya :p

20. Soda Gembira

Santai yOk Di volAre sambil GEMBIRA! Mengajak Bujang Dare bergembira di sore hari dengan COLEK: bahas Status & Catatan pilihan penggemar Volare di Facebook. BUSA (Bicara Untuk Santai Aja): bahas yang sedang hangat,dan ngobrol dengan tamu di BERANDA.

Itu dia deskripsi program Soda Gembira. Setiap harinya, tamu yang hadir di segmen BERANDA berbeda-beda. Untuk detailnya, langsung cek aja di jadwal program ya :)

21. KGI: KGRE Show & Interactive Segment

Adalah Kang Asep Haryono yang saat itu merupakan perwakilan KGRE Pontianak, yang berjasa menjadi penghubung antara KangGURU Indonesia dengan Radio Volare, untuk kemudian masuklah program KGRE Talk Show sebagai program berbahasa Inggris kedua yang saya bawakan setelah English Teletalk. Bedanya dengan English Teletalk, KGRE Interactive Segment ini lebih mengutamakan bintang tamu yang berstatus siswa, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMU.

Setelah saya 'hengkang' dari Pontianak, program ini sempat dibawakan oleh Neng Riedha. Sayang sekali, saat ini KGRE Interactive Segment sudah tidak dilanjutkan lagi. Padahal saya sempat melakukan riset untuk program ini, dengan judul:

An Analysis on Conversation in ‘Kang Guru Radio English’ (KGRE) Program on Volare 103.4 FM Pontianak

Ya, ada Volare dan KGRE di skripsi saya.


Awww, sebenarnya sih saya malu sama Pak Mateus Herman nih gaya-gayaan majang Warta 3 sebagai program yang pernah saya bawakan :p. Bagi saya, yang paling pantas membawakan Warta 3 tetaplah Bang Herman.

23. Lepas Lelah

Lepaskan penat dan lelah Bujang Dare setelah seharian beraktivitas dengan musik lembut pilihan. Pastikan Bujang Dare simak juga info dan kiat untuk menjalani hidup dengan cara lebih baik di sini…

Begitulah deskripsi program ini di halaman web Volare. Seperti Oase Iman, program ini juga on air hingga tengah malam, sehingga dulu saya tidak live dari studio, melainkan rekaman dan hasil rekamannya diputarkan deh sama Bang Pandi atau Bang Syam.

24. Setiap Perempuan

Sama seperti di Girl's Talk, saya juga merasa kurang pantas muncul di program Setiap Perempuan. Eh by the way, Setiap Perempuan ini nama baru dari Girl's Talk kok hehe. Program ini saya tuliskan di nomor terakhir karena beberapa bulan lalu ketika saya pulang ke Pontianak, saya 'ngerampok' jadwalnya Kak Tya yang waktu itu berhalangan hadir, menemani Putri Susedtya di siang yang basah itu ^.^v. 


Well done. Ada 24 program yang berhasil saya ingat. 2 tahun menjadi scriptwriter dan 8 tahun siaran di Radio Volare itu sungguh pengalaman luar biasa berharga. Saya belajar bersosialisasi, belajar  menulis, belajar ikhlas, belajar menyimak, belajar sabar, belajar kehidupan, tak hanya lewat program-programnya, tapi juga melalui kru Radio Volare. Tulisan ini akan lebih panjang kalau harus saya lanjutkan lagi. Jadi, untuk hari ini, sampai di sini dulu yaa Bujang Dare.. Ketemu lagi di tulisan berikutnya, masih bersama saya Dinie Hazel *padahal bukan siaran :p*.

Selamat Ulang Tahun yang ke 39, Radio Volare. Your love has given me wings :)

Posted in , | Leave a comment

Tips 3/3: Mencatat pelajaran




Hari ini special untuk Bujang Dare yang mahasiswa dan siswa yang punya kebiasan mencatat. Yap, benar Bujang Dare, membuat catatan bukan barang baru untuk seorang mahasiswa dan siswa sekolah. Untuk menghasilkan catatan yang efektif dan efisien ada beberapa hal yang perlu Bujang Dare lakukan sekaligus juga dihindari, 3 di antara yang dianjurkan, Lisa kasih tahu sekarang ya:

  1. Yang pertama, catatlah secara selektif. Artinya Bujang dare hanya perlu mencatat yang penting-penting saja dan yang sukar diingat. Tidak perlu mencatat setiap perkataan dari pembicara. Seleksi dan catatlah poin-poin.
  2. Bujang Dare bisa menggunakan kata2 sendiri dalam mencatat. Mencatat kata per kata dari dosen atau guru  bisa membuat Bujang Dare ketinggalan pelajaran karena konsentrasi akan terbagi antara mencatat dan mendengarkan materi. Bujang Dare juga jadi lebih gampang memahami catatan karena menggunakan bahasa yang lebih mudah dicerna.
  3. Gunakan simbol-simbol yang Bujang Dare mengerti untuk meringkas kata-kata. Penggunaan simbol-simbol ini akan sangat menghemat waktu. Misalnya symbol kurang (-) untuk poin ‘kekurangan/kelemahan” atau symbol plus (+) untuk poin “manfaat/keunggulan/kelebihan”.

Jika tadi Bujang Dare sudah simak nih hal-hal yang dianjurkan dalam kegiatan membuat catatan. Ketika ada hal yang dianjurkan, berarti ada juga yang harus dihindari Bujang Dare. Ini dia Lisa kasih tahu, Bujang Dare.
  1. Hindari mencatat secara keseluruhan. Bujang Dare bisa menyeleksi mana yang memang butuh dicatat dan mana yang tidak. Seleksilah secara otomatis dan catatlah poin-poin penting saja.
  2. Monoton dalam mencatat. Bujang Dare bisa mengaplikasikan warna yang membuat catatan Bujang Dare lebih berwarna dan menarik untuk dipelajari. Warna-warna juga bisa digunakan untuk menunjukan poin-poin penting.
  3. Malas untuk mengulang kembali membaca catatan yang sudah Bujang Dare buat. Dengan begitu Bujang Dare jadi lebih cepat paham dan mengetahui kekurangan-kekurangan yang ada dalam catatan.
Selamat mencoba!


Simak Kericau Pagi di Radio Volare Pontianak, FM 103.4, dari Senin-Jumat, pukul 06.30-07.00 bersama @lisaragih


Posted in , | 1 Comment

Dini HZ dan Volare

Jelang 39 tahun usia Radio Volare, saya jadi pengen nostalgila dikit aaah tentang bagaimana saya bisa bergabung di Radio terdepan di Kota Pontianak ini. Di awal-awal siaran dulu, cukup sering saya 'dituduh' bisa masuk dalam daftar jajaran penyiar Radio Volare atas bantuan Bapak saya. Tuduhan macam apaaa itu. Yang benar adalah, kedua orang tua saya mendukung keberadaan saya sebagai penyiar Radio Volare. 

Sebetulnya cerita tentang bagaimana saya bisa menjadi bagian dari Radio Volare sudah pernah saya kisahkan sekilas di tulisan ini: thekupu and 10 facts about her. Tapi itu kan cuman sekilas. Sekarang saya ceritakan lebih detail, sedetail yang saya ingat.

Tahun 2001, Radio Volare punya program yang namanya Volare Hotline Service (sempat berganti nama jadi Jukebox, kemudian sekarang berubah nama menjadi Cakrawala). Bulan Juni, dibuatlah sebuah inovasi untuk program Hotline Service. Tadinya, program ini hanya melayani kirim-kirim salam dan request lagu via telpon. Nah, bulan Juni itu, Ibu Program Director Radio Volare yang tercinta, Dewi Utami (lebih dikenal dengan panggilan Mba Temi) merancang acara Hotline Service menjadi ajang kompetisi buat pendengarnya. Kompetisi bagaimana?

Jadi mulai bulan Juni 2001, di Volare Hotline Service, pendengar tidak sekedar kirim-kirim salam atau request lagu, tapi juga bersiaran layaknya seorang penyiar. Prosedurnya, pendengar menelpon ke studio ketika off air, kemudian operator menyiapkan lagu yang akan diputar. Kalau sudah siap, operator memberikan aba-aba untuk mulai, dan action! Bergayalah pendengar seperti penyiar yang sedang siaran, tapi via telepon. Tiap minggunya dipilih satu orang presenter terbaik hotline service. Yang menang dapat hadiah dari Radio Volare + on air dengan penyiar Volare di acara Canda Khatulistiwa (sempat berubah nama menjadi Afternoon Tea, sekarang nama programnya Soda Gembira).

Di minggu pertama, saya coba-coba ikutan telpon. Tapi saya tidak menang. Tidak menyerah dong. Jadinya saya coba lagi di minggu kedua. Waktu itu lagi rame-ramenya Piala Dunia. Jadi saya kasi informasi tentang sepakbola. Sungguh tiada dinyana, saya menaaaang huahaha. Pas pertama kali siaran, rasanya senangnminta ampun dah. Kemudian di minggu ketiga, keempat dan minggu kelima, saya coba lagi. Dan alhamdulillah menang lagi. 

Di minggu kelima itulah, bulan Juli 2002, saya ditawari untuk magang di Volare sama Mbak Temi. Saya terima dengan senang hati dong tawaran tersebut. Sekitar 2 bulanan saya magang, dan sempat disuruh melamar jadi penyiar. Tapi waktu itu belum dikasi izin sama orang tua. Juli 2002 itu saya baru khatam SMP,  baru selesai ujian nasional, dan masih berusia 14 tahun. Masih terlalu dini untuk siaran di Radio dewasa *ambigu banget deh ini hihihi*. Akhirnya saya ditawarkan untuk melamar sebagai scriptwriter aja. Maka, mulai bulan September 2001 saya resmi menjadi scriptwriter Volare.

Sekitar 2 tahunan kerja di Volare, membuatkan naskah siaran untuk para penyiar, mendengarkan penyiar favorit bersiaran, keinginan saya untuk menjadi penyiar semakin membuncah. Pas pula saat itu salah satu stasiun Radio swasta lain buka lowongan penyiar buat anak SMU. Saya sempat punya niat untuk melamar di sana. Konsultasi sana-sini, tanya-tanya teman di kelas. Ada yang setuju, ada juga yang tidak. Akhirnya saya shalat istikharah, dan hasilnya adalah saya tidak melamar ke sana. Ketetapan Allah pasti yang terbaik untuk saya. 

Hingga di suatu sore di ruang kantor Radio Volare, saya bicarakan keinginan saya untuk jadi penyiar dengan Assistant Program Director, Mba Hesty Indriyani. Mba Hesty kemudian melanjutkan obrolan kami tadi ke Ibu Manager, Hj. Ade Pratiwi. Saya pun lantas diminta untuk bikin contoh rekaman siaran. Setelah 2 kali rekaman, tanggal 11 Maret 2004, Untuk pertama kalinya saya resmi bersiaran dengan status: PENYIAR. Senang tak terkira.

Selama menjadi bagian dari Radio Volare, saya lebih banyak merasakan suka daripada duka. Sukanya, bisa ketemu sama orang-orang ngetop, belajar dari mereka, mengambil sisi positif yang mereka punya dan foto-foto tentunya *teteup :p*. Selain itu, menjadi scriptwriter dan penyiar juga berarti memperkaya wawasan, membacakan informasi untuk Bujang Dare, bahkan juga menerapkan sedikit ilmu yang saya miliki di beberapa program acara. 

Menjadi penyiar membuat saya dikenal cukup banyak orang walaupun hanya lewat suara. Menjadi penyiar memperluas jaringan pertemanan, sekaligus amat sangat mempermudah saya mendapatkan rezeki di lahan lain. Sebagai contoh, ketika Poltekkes Gizi Pontianak sedang membutuhkan seorang dosen untuk mata kuliah Bahasa Inggris, seorang teman langsung merekomendasikan saya *yang waktu itu masih mahasiswa semester akhir FKIP Bahasa Inggris* untuk menempati posisi tersebut. Bukan sekedar sebagai Dini Haiti Zulfany yang anak Bahasa Inggris, tapi sebagai Dini yang penyiar Volare, yang membawakan program English Teletalk. Alhamdulillah :D

Dukanya, hampir tidak ada. Paling-paling kebasahan keguyur hujan waktu di jalanan saat akan berangkat siaran. Salah siapa tak bawa mantel. Sebagai penyiar yang waktu itu berseragam SMU, dan juga penyiar sembari kuliah dan mengajar, belum pernah sekalipun saya sampai bolos sekolah atau bolos kuliah. Begitu pun dengan mengajar. Rasa-rasanya tidak pernah saya sengaja tidak mengajar demi siaran. Sebisa mungkin saya rikwes jadwal siaran yang tidak bentrok dengan jadwal kuliah dan jadwal mengajar saya.

Setelah menikah, saya berdomisili di Sekadau, tak bisa lagi sering-sering siaran. Sesekali kalau pulang ke Pontianak, saya 'ngerampok' jadwal siaran Neng Riedha atau Mbak Temi. Kadangkala kangen siaran juga looh. Makanya saya tidak mau mengundurkan diri dari Radio Volare. Saya ingin tetap menjadi bagian dari Radio Volare sampai saya tak pantas lagi bersiaran. Syukurlah Mbak Temi membolehkan. Masih boleh kan yaa mbak kalau nanti jadwalnya dirampok lagi ^.^v

Mau intip profil saya di web Radio Volare? Alhamdulillaah, masih dipajang looh ahaha. Monggo diklik. Silakeun mampir sekaligus mengenal Radio Volare lewat webnya. Bisa simak siarannya via streaming juga. 

Let's have fun with music, let's get smart with information.

Posted in | 1 Comment

Tips 3/3: Perawatan rambut pria




Bujang Dare, siapa bilang merawat rambut hanya dimonopoli oleh kaum wanita saja? Kaum pria juga tidak ada salahnya untuk melakukan perawatan rambut, terutama untuk kesehatan dan kebersihannya. Untuk Dare tidak ada salahnya mengingatkan para Bujang untuk selalu merawat kebersihan termasuk rambut mereka. Ini dia 3 hal yang bisa dilakukan oleh kaum pria untuk merawat rambut:

  1. Para pria dianjurkan untuk memotong rambut mereka sebulan sekali. Rambut pria cenderung melebar ke samping, membuat tulang pipi dan dagu 'terbenam' di dalamnya. Jadi, agar tidak tampak seperti Shaggy dalam film Scooby Doo, lebih baik pastikan untuk mencukur rambut setidaknya enam minggu sekali.


  2. Bentuk potongan rambut di bagian belakang sebaiknya mengikuti bentuk kepala. Mencukur rambut di bagian leher juga akan membuat penampilan seorang pria menjadi lebih rapih, yang akan menampilkan garis rahang anda secara lebih jelas.


  3. Menggunakan kondisioner setelah mencuci rambut juga tidak ada salahnya. Kondisioner akan 'mengempeskan' kutikel rambut, sehingga potongan rambut akan lebih jelas terlihat. Selain itu, kondisioner juga menyeimbangkan kondisi rambut.

Walaupun untuk pria perawatan rambutnya gak seribet wanita, tetap aja ada yang perlu dihindari, 3 di antaranya akan Lisa infokan untuk Bujang Dare:

  1. Mewarnai rambut secara mencolok. Bila kaum pria ingin mewarnai rambut, jangan memilih warna yang terlalu mencolok. Pertahankan warna aslinya, dan minta pada penata rambut untuk mewarnai daerah yang biasa tertimpa sinar matahari.
  2. Asal memilih pewarna rambut. Baik pria maupun wanita saat ingin melakukan pewarnaan rambut, hindari produk yang perawatan rambut yang tidak mengandung banyak kondisioner. Gunakanlah produk khusus untuk rambut berwarna--yang biasanya mengandung kondisioner lebih banyak untuk mengatasi rambut yang kering karena zat kimia.
  3. 
Tak berkomunikasi dengan ahli rambut yang ada di salon. Jangan takut atau ragu meminta saran kepada ahli rambut jika memang rambut bermasalah. Perawatan rambut yang dilakukan adalah untuk kesehatan di samping juga membuat rapi. Karena biayanya juga cukup mahal, pastikan manfaat yang diperoleh juga sepadan dengan uang yang dikeluarkan.


Simak Kericau Pagi di Radio Volare Pontianak, FM 103.4, dari Senin-Jumat, pukul 06.30-07.00 bersama @lisaragih

Foto: kinowear.com

Posted in , | Leave a comment

Ayo, dukung finalis favorit Bujang Dare!



Informasi ini kami posting ulang dari www.volarefm.com, just in case ada yang cari informasinya ke sini :)



Akhirnya, setelah unjuk aksi bersiaran langsung di Volare pada hari Jumat, 17 Februari lalu, 5 finalis Volare Voice harus menunggu keputusan juri yang akan diumumkan 26 Februari mendatang. Namun, tak hanya juri yang punya suara, Bujang Dare pun kami beri kesempatan untuk memilih finalis favoritnya.
Caranya bagaimana?
Untuk pengguna twitter, silakan mention @radiovolare dan akun finalis favorit dengan menyertakan #VolareVoice. Bisa juga dengan RT tweet @radiovolare yang mengajak Bujang Dare untuk mendukung. Ini dia akun twitter para finalis:
  1. Elisabet Tening @elisabettening
  2. Febi Resiana @febicoociou
  3. Muhammad Irhamna @artiirhamna
  4. Dimas @hafizcech
  5. Novella Tantia Putri @ohnovella
Di Facebook, kunjungi tautan masing-masing finalis, dan berikan jempol Bujang Dare untuk dia. Di masing-masing tautan, Bujang Dare bisa mendengarkan bagaimana suara dan gaya mereka bersiaran. Tunggu apalagi? Kunjungi:
  1. Elisabet Tening
  2. Febi Resiana
  3. Muhammad Irhamna
  4. Dimas
  5. Novella Tantia Putri
Pungutan suara dibuka hingga Sabtu, 25 Februari 2012. Satu akun dihitung satu suara. Selamat memilih!

Lokasi: Pontianak, Indonesia
Posted in , , | 1 Comment

Tips 3/3: Online banking




Hari ini 3 atau 3 akan membaha tentang online banking. Dewasa ini, makin banyak saja orang yang menggunakan jasa online banking untuk memudahkan transaksi bisnis. Seharusnya jasa online banking membuat kita jadi mudah dan merasa aman. Jadi untuk mendapatkan kemudahan dari jasa ini, Bujang Dare perlu memperhatikan 3 hal yang dianjurkan ini:

  1. Ahli perbankan menyarankan kepada pengguna online banking untuk melindungi PC mereka dengan program firewall dan antivirus terkini. Sehingga program yang bisa merugikan dan memata-matai setiap Bujang Dare menggunakan komputer tidak dapat masuk.
  2. Jaga ponsel yang sering Bujang Dare gunakan dalam ber-mobile banking, apalagi jenisnya adalah smartphone. Sebelum mengunduh aplikasi perbankan apapun, cek dulu apakah aplikasi tersebut telah diproteksi dengan baik dari penyedia aplikasi tersebut sehingga aplikasi yang Bujang Dare gunakan terpercaya keamanannya.
  3. Bujang Dare juga dianjurkan untuk rutin mengecek rekening, sehingga apabila ada transaksi yang aneh, Bujang Dare bisa langsung melaporkan kepada pihak bank secepatnya. Jika sampai ke tahap melihat adanya kejanggalan atau hal yang mencurigakan, laporkan juga kepada pihak berwenang, seperti polisi.
3 atau 3 juga yang hari ini sedang ngebahas online banking, agar Bujang Dare pengguna jasa ini dapat lebih waspada dalam menangani kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja merugikan Bujang Dare, termasuk 3 hal yang harus Bujang Dare hindari ini:

  1. Malas mengecek informasi yang berkaitan dengan “kewajiban” Bujang Dare. Sebelum melakukan transaksi apapun, pastikan dengan benar pihak yang bertransaksi dengan Bujang Darae adalah orang yang bertanggung jawab. Cari juga informasi seperti nomor yang bisa dihubungi dan alamat jelas. Periksa pula apakah nomor rekening yang Bujang Dare tuju memang benar ada di bank yang bersangkutan.
  2. Hindari website yang tidak aman & tidak terpercaya. Untuk mengetahui apakah Bujang Dare berada dalam zona internet yang aman, mulailah dengan URL yang benar. Bujang Dare juga bisa melihat gambar gembok di bagian pojok kanan bawah layar monitor yang menunjukkan apakah website itu aman atau tidak.
  3. Sembarangan menggunakan password apalagi sampai memberitahukannya kepada orang lain. Transaksi apapun yang sah dan aman tidak akan meminta Bujang Dare untuk memberitahukan password.

Simak Kericau Pagi di Radio Volare Pontianak, FM 103.4, dari Senin-Jumat, pukul 06.30-07.00 bersama @lisaragih


Posted in , | Leave a comment
Radio Volare. Powered by Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.