Showing posts with label TRAVO. Show all posts

Radio dapat lagu darimana, sih?

Bisa jadi muncul beragam jawaban untuk pertanyaan di atas. Seperti sangkaan salah satu pendengar kami ini (baca dari bawah ke atas):




Radio mengunduh lagu-lagu yang beredar bebas di Internet? Nanti dulu. Tak semuanya legal, lho. Memang sudah banyak artis yang memberikan secara gratis sebuah lagu barunya untuk kepentingan promosi. Namun jauh lebih banyak lagu-lagu yang bebas beredar secara tak resmi. Peraturan yang longgar dan sulit untuk menindak pelaku, membuat praktek unggah-unduh lagu secara tak resmi ini seperti tak tersentuh hukum.

Bedanya stasiun radio dengan masyarakat pada umumnya, kami memiliki akses khusus ke pihak label yang menaungi para artis.  Radio adalah media promosi. Secara rutin, radio mendapatkan lagu-lagu baru yang hendak dipromosikan oleh pihak label dan artisnya; dengan harapan, radio sering menyetelnya, pendengar mengenalnya, menyukainya lalu berminat untuk membeli lagu tersebut.

Karena pihak label hanya memberikan contoh lagu unggulan, tidak ada jaminan suatu stasiun radio memiliki koleksi lengkap lagu-lagu seorang musisi. Contohnya seperti David Archuleta yang hendak dipesan di atas, tidak tersedia karena kami memang hanya mengoleksi beberapa lagu unggulannya, sesuai materi promo yang dikirimkan pihak label. Berhubung kami pernah memasukkan lagunya ke dalam chart, bukan berarti kami memiliki secara lengkap keenam albumnya.

Jadi, jika muncul sangkaan bahwa radio pasti punya koleksi lagu lengkap, tak selamanya tepat, lho. Kami juga wajib membeli album si musisi jika menganggap karya-karyanya sesuai dengan karakter radio kami. Bukan menyalin seenaknya lagu yang diinginkan, mengingat kami juga punya sikap untuk mendorong pendengar agar selalu membeli rekaman yang asli.

Dengan fakta seperti ini, kami di radio sangat menyayangkan jika ada teman-teman musisi enggan memberikan sampel lagu ke radio. Memang, kami tak tahu persis alasannya, bisa jadi karena tak tahu caranya atau mungkin ada semacam sangkaan, "ah, paling juga nanti ngga disetel." Prasangka yang ngga perlu, tuh. Harusnya pede, dong. Lagu bagus, pasti diputer!

Jadi, kalau ternyata lagu yang dipesan tak tersedia, jangan ngambek yah. Siapkan lagu alternatifnya, kami siap layani Bujang Dare :)


@_temi


Posted in , | Leave a comment

Selamat Ulang Tahun yang ke-40 Radio Volare


Sejak tahun 2010 saya resmi menjadi bagian Radio Volare. Hampir tiga tahun. Pertengahan tahun 2012 saya bahkan menempati ruangan di dekat dapur tempat Bi Ramnah memasak setiap hari, sebagai tempat tinggal saya. Sehingga memudahkan saya untuk bersiaran. Tinggal melangkahkan kaki beberapa meter saya sudah berada di studio.


Bagi saya, Radio Volare, adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Selama ini saya bermimpi akan menjadi penyiar. Tak lebih. Saya tak berpikir akan berada di sebuah radio besar yang usianya sudah puluhan tahun. Saya tak pernah berpikir akan belajar banyak hal dari penyiar senior yang ada di sini. Menjadi penyiar memang impian yang menjadi kenyataan, sisanya, semua pembelajaran, persahabatan, dan kebahagiaan yang saya dapatkan adalah bonus yang tak ternilai harganya.

Hari ini Radio Volare untuk pertama kalinya berulang tahun dengan pimpinan yang baru, Jaka Prakasa. Genap 40 tahun usianya.

Semoga terus jaya di udara!

Posted in , | Leave a comment

Happy 40, Volare FM Pontianak


Tulisan asli dapat dibaca di sini.



It's 26 of February!

Stasiun Radio terkeren se-Pontianak hari ini genap berusia 40 tahun. Kalo kata John Lennon, "Life Begins at 40". Kalo kata saya, di tahun ke 40, Radio Volare kian kereeen dan oke.

Kekerenan Radio Volare bisa langsung teman-teman lihat di Website Radio Volare, juga tune in di frekuensi 103.4 FM. Di luar Pontianak? Streaming saja :)

Mereview tentang diri saya dan Radio Volare, ah sudah sering rupanya saya lakukan. Beberapa di antaranya bisa Bujang Dare baca di sini nih *langsung berasa lagi siaran :p*

  1. Abstract Skripsi. Kok? Ya, karena penelitian saya untuk selesaikan skripsi saya lakukan di salah satu program acara Radio Volare. Skripsi berjudul: “An Analysis on Conversation in ‘Kang Guru Radio English’ (KGRE) Program on Volare 103.4 FM Pontianak.”
  2. Manfaat Siaran. Nostalgia waktu siaran program Cakrawala Islami.
  3. Siaran Lagi. Setelah sekian lama tak on air, akhirnya siaran lagi :D
  4. Saya dan Radio Volare. Cerita lengkap tentang 'kronologis' bergabungnya saya di Radio Volare.
  5. Happy Birthday Radio Volare. Ditulis waktu Volare berusia 39 tahun, sekaligus nostalgia beberapa program yang pernah saya bawakan.

Sejak beberapa bulan lalu, suara saya tak lagi mengudara di Radio Volare. Jarak Pontianak - Sekadau yang cukup jauh membuat saya cukup kesulitan untuk bersiaran. Pernah disiasati dengan menyiapkan rekaman untuk stok program English Teletalk, tapi malah bikin saya jadi deg-degan karena khawatir kehabisan stok *ah alesan :p*hehehe. 

Happy 40, Volare FM

Oh iya, itu tadi di atas ada "Bujang Dare", kenapa saya pake Bujang Dare? Karena eh karena, "Bujang Dare" adalah sapaan yang digunakan oleh para penyiar Radio Volare kepada para pendengarnya. Begitu :)

Sekarang, walaupun tak lagi bersiaran, Alhamdulillah nama saya masih tercatat sebagai salah satu crew tim warta, bagian mengedit dan post berita yang sudah dihimpun para wartawan Radio Volare ke webnya Volare. Saya menamai diri saya sebagai News Editor, biar keren gitu :p

Well then. It's already 26 February, to Volare FM, Happy 40 Anniversary :)

Always, your love has given me wings...

Posted in , | Leave a comment

Siapa peserta kuis radio? Pendengar di kota setempat!



Kenapa demikian? Baca dulu, yuk penjelasan kami.

Berbeda dengan masa lalu, radio kini bisa didengarkan dengan bantuan streaming internet. Tak lagi harus berada dalam radius jangkauan untuk menikmati siarannya. Namun, ada satu hal yang belum berubah, yakni lokalitas.

Pada prinsipnya, radio bersifat lokal, ditujukan untuk pendengar yang dapat menjangkau siaran radio tersebut cukup dengan bantuan radio FM/AM biasa. Sajian dalam acara-acaranya juga diupayakan sesuai dengan kultur setempat. Sehingga, walaupun bisa menjangkau belahan bumi lain, umumnya pendengar radio tersebut di internet adalah orang-orang yang memiliki keterikatan khusus, misalnya berasal dari kota/daerah tempat radio itu berdomisili.

Dengan demikian, secara prinsip, sasarannya adalah penduduk setempat, jika ada pendengar di luar kawasan, itu adalah nilai plus saja. Maka, jika ada klien kami berpromosi dalam bentuk kuis, pesertanya terbatas pada mereka yang berdomisili di kota Pontianak dan sekitarnya. Hadiah harus diambil sendiri ke kantor kami.

Prinsip ini sesuai dengan sifat media massa dari sisi jangkauannya. Sederhananya begini, jika merk A ingin iklan produknya bisa dilihat se-Indonesia, tentulah akan beriklan di televisi nasional semacam RCTI atau Metro TV, bukan di Khatulistiwa TV. Jika ingin produknya dikenal hanya di seluruh Kalimantan Barat, bisa saja memilih beriklan di Pontianak Post, misalnya, yang akan lebih efisien dan efektif ketimbang beriklan di harian Kompas yang beredar secara nasional. Maka, jika ingin berpromosi kepada masyarakat kota Pontianak, cukuplah melalui Volare, tak perlu di RRI yang jangkauannya se-Indonesia Raya.

Jadi, bukannya kami melarang Anda yang tinggal di Banjarmasin, Bengkulu, atau Biak misalnya, untuk ikutan kuis di Volare, namun karena memang bukan Anda  sasaran klien kami.

Penasaran ingin ikut kuis serupa? Silakan cek radio setempat. Atau ikutilah kuis lain yang bersakala nasional. Mudah, kan?


@_temi

Foto


Posted in , , , | Leave a comment

Bagaimana Cara Menjadi Penyiar Volare?

Haiii Bujang Dare!

Sudah lama ya saya tidak mampir dan menulis di blognya Volare. Kangen juga deh pengen nulis lagi di sini. Mumpung ada sesuatuk untuk ditulis, marilah saya mulai menulis. *mengajak diri sendiri aja pake mari* :p

Beberapa bulan belakangan, saya banyak mendapat pernyataan dan pertanyaan dari beberapa teman, "Din/Kak Dini/Ms. Dini, saya pengen jadi penyiar Volare. Gimana caranya?"

Caranya ada 3.

Pertama, masukkan surat lamaran, ditujukan kepada Pimpinan PT. Radio Volare. Sertakan naskah siaran dan rekamannya. Naskah siarannya yang seperti apa? Bebas. Bisa mencontoh program yang sudah ada di Radio Volare, bisa juga kreatif membuat program versi Bujang Dare sendiri.

Tapi kan Volare lagi gak buka lowongan penyiar? Dicoba saja. Kenapa harus menunggu kesempatan kalau Bujang Dare bisa membuat kesempatan sendiri? Siapa tau ternyata Bujang Dare cocok dengan kriteria dan kebutuhan Volare, bisa langsung lanjut ke tahap berikutnya ;)

Kedua, ikut Audisi Mencari Penyiar Radio Volare. Kapan? Sementara ini, belum ada jadwal pelaksanaan audisi serupa. Terus update berita dari kami saja ya. Follow twitter @radiovolare, dan rajin-rajinlah mampir ke website Radio Volare.

Dari audisi ini, sudah ada beberapa orang berbakat yang Volare temukan. Ada Putri Susedtya, Elisabet Tening, Lisa Saragih, dan Febi Resiana.

Ketiga, rajin dan aktif simak program Volare, ikut interaksi di program-programnya, and time will bring you to be the part of Volare FM! Contohnya? Saya mungkin bisa dijadikan salah satu contoh loh hihihi. Cerita komplitnya bisa Bujang Dare baca di blog saya *eaaak, malah promo :p*



Penyiar lain yang juga muncul dari rajin menyimak dan berinteraksi dengan Radio Volare adalah Kak Hani dan Herimawardi. Nama terakhir yang saya tulis *sebut saja herimawardi*, bisa bergabung menjadi penyiar Radio Volare setelah menjadi Listener of The Month untuk bulan Juni. Cara jadi Listener of The Month bagaimana kakak? Baca di tulisannya Ibu Temi yang di sini ya ^^

Nah! Demikianlah beberapa cara untuk menjadi penyiar Radio Volare versi saya. Selamat mencoba, dan semoga berhasil menjadi bagian dari Radio Volare :)

Posted in , | 2 Comments

Kapan #1 Volare Rock jadi Fotis Mini?

Ternyata terjadi penantian para penggemar Volare Rock, yang menduduki peringkat #1 bakal dibahas di Fotis Mini dan lagu-lagunya bisa mengudara dengan kerap sepanjang minggu.

Sayang, tampaknya harapan itu tidak akan terjadi.
Lho, kenapa?

Ayolah, semua juga tahu jawabannya, kan? Akuilah, musik rock itu bising di telinga!

musik rock = raungan + distorsi + (speed) = bising

Sementara, jika satu artis terpilih menjadi fokus sepekan, tentulah lagu-lagunya akan mengudara begitu sering sepanjang pekan, bisa pagi, siang, sore bahkan malam. Dalam sehari bisa lebih dari 6 kali. Sanggup? Yang bukan penikmat rock, belum tentu! ... dan memilih memindahkan gelombang radionya. Itu yang kami hindari.

Ya, tapi kan ada juga band rock lagunya slow...

Betul. Biasanya ada beberapa, namun tak semua artis/band memiliki lagu rock yang easy listening. Kami tidak ingin mengambil resiko. Lagipula, apabila Music Director kami menilai ada band rock yang lagunya asyik, cukup nge-pop dan mudah diterima oleh telinga kebanyakan pendengar, tentulah akan kami jejerkan bersama lagu-lagu lain di Volare Number One Sound. Ini berarti lagu tersebut memberikan kesempatan kepada si musisi/band untuk menduduki peringkat jawara dan otomatis bakalan muncul di Fotis Mini!

Problem solved! 

@_temi 
Foto

Posted in , , , | Leave a comment

Sudah ada bedah buku, bedah lagu kapan?


Satu pertanyaan muncul di TRAVO edisi Jumat lalu.

"Sudah ada bedah buku, bedah lagu kapan?"

Sudah pernah. Kapan? Tepatnya sih, saya lupa heheheh....
Antara tahun 2000-2003 sepertinya, dijadikan satu materi di dalam program sore. Namun yang kemudian menjadi kendala adalah bahasa Inggris penyiar yang bisa dibilang pas-pasan, sulit untuk mengartikan maksud lagu yang seringkali tak bisa dijelaskan secara harfiah karena banyak mengandung idiom-idiom bahasa Inggris yang cukup sulit untuk diterjemahkan langsung ke dalam bahasa Indonesia.

Walhasil, akhirnya lebih banyak lagu berlirik bahasa Indonesia yang dibahas.

Pemilihan lagu berbahasa Indonesia ternyata kurang membawa kepuasan, mengingat tak banyak lagu Indonesia yang layak untuk dibedah, karena liriknya terlalu sederhana dan memiliki tema serupa satu dengan lainnya.

Bisa ditebak, program ini tak bertahan lama.

"Bagaimana jika dibawakan dalam format lagu dan kenangan?"

Permintaan ini sulit dipenuhi, sebabnya:

  1. Di Radio Primadona FM 99,1 sudah ada acara ini
  2. Permintaan lagu yang disertai cerita kenangan pendengar pernah diberikan kesempatan dalam Volare Rewind tetapi tidak mendapat respon berarti.
  3. Yesterhits memberikan kesempatan serupa, dengan cara menghubungi studio melalui telepon atau pesan singkat. Pendengar dipersilakan memilih lagu kesayangannya yang sempat ngetop di era 80 atau 90an sembari menceritakan kenangan di balik lagu tersebut. Catat waktu siarnya, setiap Jumat pukul 9-11 malam.

Kecewa? Mudah-mudahan tidak ya. Kami sebenarnya telah memenuhi keinginan tersebut dengan cara yang sedikit berbeda.

Sebagai tambahan silakan simak Kupas MATAHARI dalam Soda Gembira edisi Rabu, setiap pukul 4 sore. Dalam setiap makna kata yang dibahas, penyiar akan menghadirkan sebuah lagu yang sesuai. Silakan cek lagu-lagu yang pernah kami angkat di sini





Posted in | Leave a comment

Mereka datang untuk belajar...

Bujang Dare mungkin bertanya-tanya, kemanakah Rieda? Kok tidak pernah dengar lagi suaranya?


Ia memang sudah tak lagi bersiaran di Radio Volare sejak Agustus 2012 ini, tidak pula di Radio Primadona yang pernah secara rutin pula ia isi program-programnya. Sudah bosankah ia bersiaran? Oh, tentu saja bukan itu masalahnya. Justru Rieda adalah tipe orang yang jika punya waktu senggang, ingin menambah sebanyak-banyaknya jam siaran. 

Meminjam bahasa Rieda, ia pulang kampung. Bukan dalam rangka mudik, lho, ya. Melainkan untuk seterusnya menetap di Ciamis, tempat kelahirannya. Mungkin akan mencoba juga peruntungan bekerja di kota Bandung, namun yang pasti tidak lagi berdomisili di Pontianak. 

Satu lagi yang harus kami lepas kepergiannya bulan Agustus ini adalah Eel.


Dia adalah orang pertama yang kami anugerahi gelar "Listener of the Month" pada bulan Maret 2011 lalu berkat kesetiaannya mendengarkan Radio Volare, rajin berinteraksi dan tak segan memberikan kritik saran demi kemajuan kami. 

Tak cukup sampai di sana, berkat minatnya pada dunia menulis, membuat Radio Volare tertarik mengajaknya bergabung ke dalam tim jurnalis. Sekitar setahun malang melintang di jalan menghasilkan berita untuk pendengar, Eel bermaksud melanjutkan studinya ke kota Bandung, sekaligus mencoba peruntungan karir di sana.

Ada yang pergi, ada yang datang. Terhitung sejak bulan Juli 2012, Eri, yang punya nama lengkap Herimawardi bergabung dalam jajaran terdepan untuk berhadapan dengan pendengar, yakni penyiar, setelah sempat mencicipi serunya bersiaran di Volare selama menjadi "Listener of The Month" edisi Juni 2012. 



Eh, kok pakai celemek? Iya, soalnya Eri ini punya kedai makan dan terjun langsung mengelola sekaligus jadi tukang masaknya. Kita tunggu saja, apakah seperti saat memasak makanan, Eri mampu mengolah sajian di udara yang terdengar enak di telinga Bujang Dare :)

Mereka datang, apabila kemudian pergi, bukan masalah bagi kami. Pintu selalu kami buka lebar. Yang penting, Radio Volare bisa menjadi tempat untuk belajar, menimba ilmu, menjadikan mereka lebih baik dari sebelumnya, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Semoga :)



@_temi

Posted in , , , | 1 Comment

Jadi "Listener of the Month", tak cukup sekedar "eksis"




Suatu hari di program TRAVO (Citra Volare) yang mengkhususkan diri untuk menerima kritik dan saran pendengar, masuklah sebuah pesan singkat berbunyi sebagai berikut:

LOTM Itu gimana si?Atau untuk teman terdekat crue R.Volare aja yg bs jadi LOTM.Krna LOTM LOTM volare jarang juga tu yg ikutan di berbagai acra yang ada di Volare.Pada hilang entah kemana,(jadiBingung) terimakasih atas jwbn nya

Baiklah, untuk pertanyaan pertama, apakah teman terdekat yang bisa jadi LOTM, sebaiknya asal usul pertemanan perlu diklarifikasi lagi. Teman di sini bukan berarti sobatnya Lisa di kampus, atau teman ngumpulnya Jerry misalnya. Hampir semua dari mereka yang terpilih menjadi "Pendengar Bulan Ini" alias Listener of the Month (selanjutnya disingkat jadi LOTM), justru mulai berteman dengan awak siar setelah mereka menjadi pendengar Volare.

Lho, bagaimana bisa?

Tentu saja bisa. Bermula dari mengambil hadiah kuis di Volare, misalnya, pertemuan dengan awak siar berlanjut pertemanan, seperti Juri. Mengomentari topik yang diangkat dalam siaran lewat Yahoo! Messenger, diteruskan kepada curhat soal pribadi, seperti Mahmudin. Rajin pesan lagu dan berkomentar di berbagai kesempatan, sehingga hampir semua penyiar mengenal seorang Angga. Senang mendengarkan suara penyiar di udara, berlanjut perjumpaan di studio saat mengantarkan gorengan misalnya, seperti Ilham. Sehingga, yang semula hanya sebatas penyiar dan pendengar, ketika berjumpa malah berlanjut menjadi kenalan antar pribadi, berteman baik seperti Iil, ikut berperan dalam drama "Dari Balik jendela Kost" seperti Sasa, bahkan bergabung dalam perusahaan menjadi jurnalis, seperti Eel!

Masih banyak contoh lainnya, yang tak bisa disebut satu persatu di sini.

Justru banyak juga teman-teman penyiar yang tidak kami pilih jadi LOTM. Lah, mendengarkan radio saja jarang, bagaimana bisa terpilih?

Lucunya, ada juga lho... yang tidak pede ketika ditawari jadi kandidat LOTM, padahal sudah memenuhi syarat!

Menjawab kebingungan mengenai "jarang yang ikutan acara yang ada di Volare, menghilang", kesibukan orang, siapa yang tahu? Misalnya Rhemon, yang berkuliah di ibukota, tentu saja tak bisa rutin mendengarkan apalagi berinteraksi, kecuali sedang berlibur. Tak bisa dipungkiri pula, masing-masing punya acara favorit yang berbeda-beda untuk disimak. Sehingga wajar jika namanya jarang disebutkan oleh penyiar di dalam acara request. Sedangkan untuk acara off air-nya, tentu tak bisa semuanya memaksakan hadir, ada yang sudah kerja, ada yang kuliah, ada yang sekolah. Apalagi Volare memang terhitung jarang membuat kegiatan di luar siaran.

Okelah, sekarang Bujang Dare merasa,
"Hey, aku kan udah jadi pendengar setia, rajin ikutan komen, rajin ikutan rikues, kok belum kepilih juga?"
Ada dua kemungkinan, bisa jadi nasib baik belum berpihak, atau ternyata ngga pas dengan kriteria lainnya yang selama ini memang tidak kami publikasikan secara gencar, misalnya:
  • Cuma mau berinteraksi jika penyiar tertentu saja yang bersiaran. 
  • Masih saja pesan lagu yang basi, ngga pernah tahu lagu-lagu yang masuk chart.
  • Bentuk interaksi hanya dalam bentuk pesanan lagu, tak lebih. Padahal, komentar masuk saat program interaktif sangat kami nantikan, apalagi kuis!
  • Tak punya akun jejaring sosial dan walaupun punya, ternyata tidak berteman dengan Volare 
Pssst, sebenarnya, selain yang dipromosikan di radio, ada satu manfaat utama yang bisa Bujang Dare dapatkan kalau jadi LOTM, lho. Yakni kesempatan untuk mengenal dunia radio siaran secara lebih dekat, bahkan membuka kesempatan untuk magang! 

Serius? Iya, serius.

Selama ini Bujang Dare mungkin hanya bisa mereka-reka, mengira-ngira bagaimana sebuah iklan radio dibuat, bagaimana jurnalis mencari berita, bagaimana penyiar menyiapkan bahan siarannya, bagaimana pengarah musik menyusun tangga lagu, dan lain sebagainya. Kami, khusus kepada LOTM, bersedia berbagi ilmu. 

Dengan senang hati kami akan memberikan kesempatan kepada Bujang Dare turun ke lapangan bersama Eel atau Isty untuk ketahui cara mencari, menulis hingga mengedit berita atau nongkrong bersama Poltak lepas siaran malam minggu untuk susun tangga lagu. Bukan cuma bisa ikut penyiar bersiaran, lho!

Jadi, apakah Bujang Dare LOTM berikutnya? 


@_temi
Foto: grantgoddess.blogspot.com

Lokasi: Pontianak, Indonesia
Posted in , , , | Leave a comment

Bingung dengan Volare #1 Sound?




Berangkat dari banyaknya pertanyaan yang pernah muncul tentang: “bagaimana sih cara menyusun tangga lagu di Volare #1 Sound?” atau “bagaimana sih lagu bisa jadi jawara di Volare #1 Sound?”. Akhirnya, muncullah artikel ini yang diharapkan dapat menjawab dengan jelas pertanyaan pendengar selama ini.

Jadi.... begini lho ceritanya....

Tangga lagu di Volare #1 Sound disusun berdasarkan pengamatan Pengarah Musik terhadap lagu-lagu yang dianggap sesuai dengan tren musik berkualitas saat ini. Perlu diingat, lagu yang kerap dipesan pendengar tidak lantas menjadi patokan utama untuk menjadi jawara di tangga lagu bergengsi Volare ini. Lho? Kenapa?????

Tidak bisa dipungkiri mayoritas dari kita baru akan menyadari keberadaan sebuah lagu kalau lagu tersebut sudah punya video klip atau pun sang artis sering muncul di media massa. Sedangkan Volare ingin mengajak pendengar untuk menjadi pendengar yang up-to-date dengan lagu-lagu yang baru dirilis, baik Barat maupun Indonesia. Padahal, jarak antara pemutaran lagu baru di Volare dengan pemutaran video klip dari lagu tersebut bisa 2-3 bulan lamanya.

Sebagai contoh lain, “Someone Like You – Adele” sudah menjadi nomor 1 di Volare pada bulan November 2011, tapi baru mulai Maret 2012 ini ramai dipesan oleh pendengar, karena akhir-akhir ini nama Adele semakin sering muncul di media massa. Sehingga, Volare #1 Sound tidak bisa hanya berpatokan dari lagu yang dipesan pendengar saja, karena akan kehilangan nilai up-to-date yang selama ini sudah menjadi nilai tambah tersendiri dari tangga lagu Volare ini bukan?

Selanjutnya, lagu-lagu yang masuk tangga lagu Volare #1 Sound adalah lagu-lagu baru yang sudah diamati oleh Pengarah Musik dan terpilih karena kesesuaian lagu tersebut dengan tren musik berkualitas saat ini. Jadi, kalau pun selama ini ada yang berpikir bahwa tangga lagu Volare #1 Sound berpatokan pada tangga lagu luar negeri misalnya Billboard, ini keliru. Tangga lagu luar negeri hanya menjadi acuan dalam menyusun tangga lagu Volare #1 Sound.

Bagaimana? Sudah punya gambaran kan tentang cara penyusunan tangga lagu Volare #1 Sound? Semoga tiada lagi kebingungan di antara kita.

@elis_tening & @OtoTank

Posted in , , , | Leave a comment

Volare, "Media Peduli" 2011, Alhamdulillah...



Sabtu, 24 Desember 2011, Radio Volare mendapatkan penghargaan untuk kategori Media Peduli (Radio) dalam Social Solidarity Award yang diselenggarakan oleh Dompet Ummat. Dompet Ummat merupakan lembaga nirlaba kemanusiaan lokal milik masyarakat Kalimantan Barat, 10 tahun telah berdiri, didedikasikan untuk kerja kemanusiaan memberi pelayanan dan pemberdayaan bagi masyarakat kurang mampu.

Alasan mengapa Volare menjadi radio yang terpilih, tentulah pihak penyelenggara yang lebih tahu. Namun, komentar seseorang saat kami, dari media naik panggung untuk menerima penghargaan, mampir ke telinga saya,
"Tentulah. Banyak pasang iklannye."
Komentar seperti ini bisa bernada positif sekaligus bisa jadi bermakna negatif. Supaya tak terjadi salah paham, saya jadi ingin membahasnya sedikit.

Tak salah ia berkomentar seperti itu. Namanya media, punya fungsi utama untuk memberikan informasi, selain untuk menghibur dan mendidik. Dengan menjalin kerjasama dengan media, tentulah Dompet Ummat butuh promosi. Agar lembaga dan berbagai kegiatan yang mereka lakukan bisa dikenal masyarakat luas. Harapan lebih jauh lagi, bisa mengetuk pintu hati mereka yang mengetahui informasi tersebut untuk menyisihkan sejumlah uang sebagai donasi.

Dalam menjalankan usahanya, ada kewajiban bagi perusahaan untuk melakukan CSR, corporate social responsibility, melakukan kegiatan maupun memberikan sumbangan dalam bentuk materi dan non materi kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian.

Media jarang punya uang tunai untuk disumbangkan, apalagi radio, yang notabene tidak menjual layanannya kepada masyarakat. Siapapun boleh mendengarkan radio tanpa harus membayar sejumlah uang apalagi berlangganan. Pemasukan radio semata-mata bergantung pada iklan yang tak selamanya lancar. Sehingga jangan heran apabila proposal permintaan bantuan dana masuk ke Volare, pembawa proposal akan keluar dengan tangan kosong karena memang tidak ada dana tunai yang bisa dibagi-bagikan.

Ajakan Dompet Ummat untuk melakukan kerjasama beberapa tahun lalu kami sambut baik. Tak bisa memberikan sejumlah dana bisa tergantikan dengan memberikan waktu siar secara cuma-cuma untuk penyebarluasan informasi mengenai kegiatan dan upaya-upaya untuk membantu pemberdayaan umat. Yang tak tahu jadi tahu. Yang tak pernah dengar jadi kenal. Yang belum membantu jadi membantu.

Semula, kegiatan Dompet Ummat di Radio Volare hanya berupa upaya sosialisasi zakat selama bulan Ramadhan. Tahun-tahun berikutnya telah berkembang menjadi aneka kegiatan lain, termasuk Volare Untuk Edukasi, yang terus menerima bantuan dari para donatur yang dermawan.  Yang masih rutin mengudara saat ini di Radio Volare, program bincang-bincang "Cahaya" yang menghadirkan Ustad Sulaiman setiap Jumat pukul 1-2 siang. Bisa Bujang Dare simak juga tausyiah singkat dari Ustad Bobby Herwibowo yang muncul sebagai selingan di antara program-program reguler Volare.

Selama ini Bujang Dare bisa jadi menyangka bahwa yang bisa membantu kegiatan semacam ini hanyalah orang-orang berada yang mampu menyisihkan penghasilannya. Padahal meskipun Bujang Dare berkantong pas-pasan namun tetap ingin punya peran, jadi relawan bisa jadi pilihan. Oh, ya, bagi yang berbadan sehat, nantikan dalam waktu dekat informasi mengenai Program REDDD-DU (Relawan Donor Darah Darurat - Dompet Ummat) yang bertujuan melayani kebutuhan darah darurat masyarakat di kota Pontianak. Seperti apa prosedur untuk menjadi anggota? Tunggu informasi lengkapnya di FM 103.4.

Penghargaan yang kami terima tak ada artinya, jika dari informasi yang kami hadirkan tak mampu menggugah Bujang Dare untuk mengulurkan tangan.

Mari, sama-sama kita peduli. Saudara-saudara kita perlu bantuan.

@_temi


Lokasi: Pontianak, Indonesia
Posted in , , , , | 1 Comment

Y!M ID Baru Kami: radiovolare

Mungkin belum banyak yang tahu sejak kemarin Volare secara resmi menggunakan identitas baru untuk berkomunikasi via Yahoo! Messenger. Semula ID-nya adalah volarefm1034, kini telah berganti menjadi lebih sederhana, sama dengan username twitter, yakni radiovolare.

Ada yang menanyakan, mengapa sampai diganti, karena sayang temannya sudah banyak. Maksud penggantian ini bukan disengaja, melainkan karena kami memang tidak bisa lagi memakai identitas yang lama. Kabar Y!M tidak bisa login datang dari Jaka, Minggu lalu, yang dialaminya sejak Sabtu malam. Seharusnya kesalahan username atau password dapat diatasi dengan me-reset password secara online. Namun cara ini gagal, instruksi dari Yahoo! mengharuskan laporan langsung kepada customer service.

Form aduan sudah diisi, sempat juga direspon oleh Yahoo! namun mereka tidak menjanjikan aksi apa-apa. Kami rasa waktu sepekan untuk menunggu sudah maksimal, dan kami putuskan untuk membuat ID baru. Kebetulan kami berhasil mendapatkan ID yang serupa dengan twitter.

Kenapa ngotot harus pakai akun Yahoo! untuk urusan chatting? Alasannya sedernana. Karena faktanya mayoritas orang Indonesia memilih Yahoo! untuk aplikasi instant messenger. Tapi kalau Bujang Dare tidak memiliki akun Yahoo, tak masalah, kami punya alternatif lain untuk instant messenger:

GTalk: volareradio
MSN: radiovolare@windowslive.com
Facebook Chat: volare@volarefm.com

Dengan banyaknya pilihan berkomunikasi, harapan kami tentunya akan mempermudah Bujang Dare yang hendak memberikan respon dan komentar terhadap acara yang sedang berlangsung di radio. Kami tunggu!

@_temi

Posted in , , , | Leave a comment

Apalah Artinya Radio Tanpa Pendengar?

Apalah artinya radio tanpa pendengar? Salah satu upaya untuk mendekatkan diri dengan pendengar, tahun ini Volare mencoba menggelar yang namanya Listener of The Month. Setiap bulan, Volare memilih seorang pendengar setia yang diajak untuk lebih menyelami dunia radio yang selama ini hanya bisa didengarkan. Ia kami ajak ikut bersiaran, bergaul di studio, memilih lagu untuk diputarkan dan mengikuti setiap kegiatan yang kami adakan.

Seseorang yang kami anggap punya profil pendengar setia Volare adalah Eel. Cara Ia berkenalan dengan Volare pun unik.

pertama kali saya mengenal Radio Volare adalah pada tahun 2008, saya lupa tanggal dan bulan nya, seingat saya bulan nya adalah Oktober atau November, namun hari nya saya ingat betul adalah hari Selasa, sekitar jam 10 malam, waktu itu ketika lagi jari jari main kan frekuensi radio tersasar ke 103.4 FM, dan pada malam itu adalah program " Man Territory " yang mana penyiarnya adalah Bang Indra Mahyudin  dan Poltak Nainggolan. 
Pembicaraan seputar Dunia Laki - laki dan terkesan dewasa, terkesan dewasa dalam arti kata isi pembicaraan mereka sangat lugas, jelas, informasi yang di sampaikan juga menarik pokok nya membuat saya mengenal ini lho sebenar nya seorang penyiar. bukan seperti penyiar - penyiar radio lain nya yang mana setiap pembicaraan mereka terkesan kekanak -kanakan, itu lah persepsi yang saya dapatkan.
Kemudian beberapa hari kemudian saya mencoba mencari kembali Frekuensi Radio Volare, tapi alhasil bukan Radio Volare yang saya Dapatkan tapi radio Lain, setiap kali mendengar Radio yang nama penyiar nya " Indra " saya lansung pantangin, setelah mendengar ia berbicara, saya merasa kecewa, karna bukan Indra itu yang saya cari.. 

Lebih banyak cerita dari Eel, baca langsung tulisannya di:

Menjadi Listener of The Month nya Volare di Bulan Maret.
Cerita Pertama Siaran Sebagai " Listener Of The Month "
My First " Record Of The Week " On Volare FM
Siaran Untuk Kedua Kali nya Sebagai " Listener of The Month " Radio Volare

@_temi

Posted in , | Leave a comment

Volare Live Streaming di Internet

akhirnya...
dengan segala keterbatasan yang ada, jadi juga volare streaming online.

mudah-mudahan sih, yang katanya jauh dari pontianak dan kangen dengerin volare, beneran manfaatkan streaming buat dengar yang lagi siaran :)

terus gimana caranya?
kalau sudah biasa dengar radio online, tentu tak ada masalah, ya.
yang jelas, untuk dapatkan link-nya, mampir dulu ke website volare. klik button-nya, maka komputer Bujang Dare akan otomatis mendownload file listen.pls yang harus dibuka menggunakan winamp. atau klik di sini
simpel aja kok.

oya, kalau ternyata semua langkah tadi sudah dijalankan, tetapi tak ada suara yang keluar, maka:

  1. lihat jam. jam berapa sekarang? soalnya volare mengudara pukul 5 pagi sampai 11 atau 12 malam WIB. jadi kalau kebetulan Bujang Dare ada di WITA atau WIT, apalagi di luar negeri, hitung lagi ya perbedaan waktunya :)
  2. layanan internet Speedy, as usual, lagi ngadat :( sehingga volare tidak bisa upload streaming-nya
  3. layanan PLN, as usual, lagi tidak ada, alias listrik padam. penggunaan generator terbatas hanya pada peralatan utama, internet bukan prioritas :(
  4. mungkin sedang ada masalah teknis :p
sementara itu pemberitahuan kami.

happy listening!

Posted in , | 2 Comments

Format Musik Volare Apaan, Sih?

Pertanyaan semacam ini sering sekali terlontar, terutama dalam program acara rekues lagu (ketika lagu pesanannya tidak ada), di Travo (program khusus untuk terima kritik saran), maupun dalam obrolan sehari-hari.

Volare memang radio berformat musik, karena sajian utamanya tetap musik, yang selalu hadir nyaris dalam tiap program, kecuali berita dan talkshow relay. Kalau ditanya format musiknya apa ini yang agak sulit dijawab.

Kok sulit, emangnya ngga jelas apa formatnya, gitu?

Bukan begitu... Kalau ikut yang ada di dalam profil perusahaan, kami tinggal jawab saja... oh format Volare itu Hot Adult Contemporary... Tapi setelah itu adanya pasti cuma kerutan kening dan pertanyaan susulan. Hah, apaan, tuh?

Thanks to Radio Clinic, mungkin ini artikel berikut bisa bantu jelaskan sedikit mengenai format musik dan macam-macamnya kepada pengunjung blog ini.

Format musik sebuah radio, ditentukan oleh 4 hal, yaitu jenis, era, aktifitas dan tingkat kerumitan sebuah lagu.

Jenis musik / Music Style mengacu pada bentuk musik yang dimainkan, tanpa mempedulikan bagaimana lagu itu dikemas untuk disiarkan.
Era musik / Music Time Period mengacu pada kapan musik tersebut dirilis. “Current” atau musik masa kini secara umum adalah lagu yang dirilis mulai tahun lalu, “contemporary” atau musik kontemporer / modern secara umum adalah lagu yang diproduksi dalam kurun waktu 15 hingga 20 tahun terakhir. Yang dimaksud dengan lagu “oldies” diproduksi antara pertengahan tahun 50an hingga 70an, sedangkan lagu “nostalgia” adalah lagu yang dirilis sebelum pertengahan tahun 50an.
Aktifitas musik / Music Activity Level diukur dari sejauh mana dampak dari seberapa dinamis sebuah lagu, mulai dari soft dan mellow hingga loud dan hard. Beberapa jenis musik sudah menempelkan activity level sebagai nama alirannya seperti “hard rock”, “smooth jazz”.
Kerumitan sebuah lagu / Music Sophistication tercermin pada struktur nada dan isi lirik sebuah lagu, apakah simpel atau kompleks.
Amerika selama ini dikenal sebagai pusat perkembangan dunia radio. Berbagai macam format siaran radio lahir di negara ini. Dalam tulisan ini, kita bisa mengetahui sejumlah format radio siaran yang biasa digunakan di negeri paman Sam. Semoga bermanfaat dan bisa digunakan tuk menambah pengetahuan atau bahkan mempertajam format siaran radio kita.
Active RockSeringkali digunakan oleh radio yang menyiarkan lagu-lagu rock yang hingar bingar seperti “hard rock”, “metal”, dan “heavy metal”.
Adult Album Alternative (AAA)Format radio yang sebagian besar siarannya memainkan musik-musik masa kini yang lebih diperuntukkan untuk memenuhi selera pendengar dewasa dibandingkan remaja. Meskipun memiliki cakupan pilihan jenis lagu yang lebih luas, namun format AAA sangat bergantung pada lagu single atau album yang dirilis, mengingat tidak semua lagu yang dirilis diperuntukkan oleh pendengar dewasa. Jenis lagu yang biasa diputar adalah jenis rock, folk-rock, country-rock, modern rock, blues, folk, and world music. Lagu jenis adult-oriented rock pada radio AAA disebut sebagai “Progressive Rock”, sama seperti sebutan bagi lagu-lagu rock di era 70an.
Adult Alternative
Format ini digunakan bagi radio yang hanya memainkan lagu-lagu hit saat ini, dengan sasaran pendengar dewasa. Jenis lagu yang diputar adalah racikan lagu rock, pop, country-rock, folk-rock dan blues. Di New York tidak ada radio dengan format ini.
Adult Contemporary (AC)Adalah format radio yang memainkan lagu pop dan rock yang dirilis dalam kurun waktu 15 hingga 20 tahun terakhir, diperuntukkan bagi seluruh khalayak pendengar, khususnya bagi mereka yang tidak hanya tertarik mendengarkan lagu-lagu terkini. Susunan lagu pada radio dengan format AC lebih banyak memutar lagu-lagu yang mapan / established serta tidak terlalu banyak memutar lagu-lagu yang terlalu lama dan hit terkini.
Album Oriented Rock (AOR)
Format ini digunakan oleh sejumlah radio yang ingin tampil beda dibandingkan dengan radio berformat Top 40 di masa lalu, yang hanya memainkan lagu-lagu single terbaru. Radio dengan format AOR berkembang antara akhir tahun 60an dan 80an, seiring dengan masa kejayaan format lagu rock.
Alternative RockRadio yang lebih banyak memutar lagu-lagu rock yang lahir dari band-band grunge di Seattle pada akhir tahun 80an, hingga lagu-lagu punk/new wave akhir 70an, daripada lagu-lagu “classic” rock era 60an dan 70an. Radio dengan format ini memanjakan target pendengar remaja dengan pilihan lagu single terkini dan album-album populer. Banyak radio dan band dengan aliran moden rock dan bahkan hard rock yang berkembang menjadi alternative rock dipertengahan 90an. Masa ini dikenal sebagai masa kejayaan format Alternative Rock.
AmericanaRadio yang memainkan lagu-lagu masa kini dari jenis country-rock, folk-rock, blues dan berbagai aliran musik khas Amerika dengan pangsa pendengar dewasa.
Classic Rock
Radio yang menyiarkan lagu-lagu rock yang dirilis sepanjang tahun 60an, 70an dan 80an. Format siaran ini adalah format Album Oriented Rock pada masanya (dengan pilihan lagu yang lebih terbatas) dan lebih ditujukan bagi pendengar dewasa dibandingkan remaja. Sejumlah radio dengan format ini memainkan lagu-lagu terbaru dalam jumlah yang terbatas.
Contemporary Hit Radio (CHR)
Format ini memainkan banyak lagu-lagu populer terkini, baik yang berupa single maupun album. Dalam format ini, yang dikategorikan sebagai “terkini” adalah lagu-lagu yang dirilis dalam satu tahun terakhir. Dengan demikian, CHR lebih tepat disebut sebagai “Current Hit Radio”. Di tahun 50 hingga 80an, format ini dikenal sebagai format TOP 40.
Radio dengan format CHR biasanya menyusun lagu berdasarkan survey dari perusahaan rekaman, permintaan pendengar dan sejumlah tangga lagu kenamaan seperti Billboard Hot 100. Pada bulan Desember 1998, tangga lagu Billboard Hot 100 mulai memasukkan lagu single dan mulai lebih mempertimbangkan frekwensi penyiaran dibandingkan angka penjualan dalam menentukan peringkat sebuah lagu. Kesimpulannya, tangga lagu Billboard Hot 100 dihitung berdasarkan sering tidaknya sebuah lagu diputar di radio CHR, sebaliknya, radio CHR mempertimbangkan susunan lagunya dengan melihat tangga lagu Billboard`s Hot 100.
Radio CHR berkonsentrasi pada jenis musik yang spesifik, seperti Rock atau Urban, atau jenis Rock/Pop/Dance atau R&B/Rap/Dance. Radio CHR bisa saja menyiarkan sejumlah hit yang dirilis sepanjang 10 hingga 15 tahun terakhir, terutama jika kekurangan pasokan lagu-lagu terkini.
Dance
Radio yang memutar lagu-lagu, entah baru atau tidak, yang bisa digunakan untuk menari / dancing. Pada mulanya, musik jenis ini dikenal sebagai music disko. Radio yang sering memutar musik dance terkini juga dikenal sebagai “CHR-Rhythmic”, sedangkan radio yang menyiarkan lagu-lagu dance yang dirilis dalam 2 dekade terakhir dikenal sebagai “Rhythmic AC”.
Ethnic/International
Radio yang banyak memutar acara-acara musikal, baik tradisional maupun jenis lagu yang populer dikalangan etnik, bangsa ataupun daerah tertentu dengan target siaran yang ditujukan bagi pendengar yang ada dalam kelompok ataupun daerah tertentu.
Hot Adult Contemporary (Hot AC)Radio yang menyiarkan lagu-lagu pop komersial dan rock yang dirilis 15 hingga 20 tahun terakhir, dan dikemas rancak dibandingkan radio Adult Contemporary pada umumnya. Hot AC mengarah pada pendengar secara umum, yang tidak terlalu berkeinginan mendengarkan lagu-lagu baru. Definisi lain dari “Hot Adult Contemporary” di industri radio adalah radio Adult Contemporary yang menyiarkan banyak lagu-lagu new rock/pop. Tidak ada aturan yang pasti mengenai berapa banyak jumlah lagu baru yang harus diputar untuk menentukan apakah sebuah radio termasuk dalam kategori “CHR” atau “Hot AC”.
Lite Adult Contemporary (Lite AC)Adalah radio dengan format lagu popular dan rock ringan yang dirilis sepanjang 15 hingga 20 tahun terakhir. Format ini adalah format “Easy Listening” yang tak pernah mati.
Modern Rock
Radio yang menyiarkan lagu rock terkini dan dibawakan oleh artis yang terkenal dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun terakhir. Racikan musiknya adalah perpaduan antara rock dan alternative rock.
OldiesFormat yang menyiarkan lagu pop, rock dan rock ‘n’ roll yang diproduksi antara 1955-1975. Istilah yang lebih tepat untuk format Oldies adalah Golden Hits, karena lagu-lagu tersebut dirilis pada masa keemasan industri musik dunia. Lagu-lagu yang diputar bervariasi, antara lagu tahun 50an, 60an, 70an, bahkan ada yang memutar lagu-lagu tahun 80an. Jenis musiknya pun beragam ada “rock oldies”, hingga r&b oldies. Format yang sempat populer di Amerika pada tahun 90an adalah “Jammin’ Oldies” yang berisi lagu-lagu r&b oldies dari akhir tahun 60an hingga 70an.
Personality
Adalah program atau format siaran yang mengandalkan keberhasilannya pada personality penyiar atau pembawa acara untuk menghibur pendengar, entah dengan menggunakan humor, parodi, atau komentar-komentar menggelitik terhadap masalah aktual yang sedang terjadi. Program acara Personality, juga bisa berisi lagu, wawancara dan berbagai pernik acara lainnya.
Rock
Radio yang memainkan lagu rock, entah single ataupun album. Dengan berbagai keanekaragaman aliran rock saat ini, lagu-lagu yang diputar di radio ini bisa berasal dari berbagai aliran musk rock.
Rock ACRadio yang menyiarkan lagu rock yang diproduksi antara 15 hingga 20 tahun terakhir dan ditujukan bagi pecinta lagu rock yang tidak terlalu menginginkan untuk mendengarkan lagu terbaru. Radio dengan format ini juga sering disebut sebagai “rock hits”, yang juga menyajikan lagu-lagu “classic rock” dan beberapa lagu baru dalam siaran mereka. Ada juga format yang disebut “Jack”, dimana dalam siarannya radio tersebut menyisipkan lagu-lagu pop diantara lagu-lagu rock hits yang mereka putar.
Smooth Jazz
Radio yang menyiarkan lagu-lagu pop ringan yang memiliki sentuhan “jazzy”, didesain untuk membangun suasana hati pendengarnya. “Smooth Jazz” seringkali memutar lagu-lagu dengan tempo medium, atau hip hop. Format ini kadang juga disebut sebagai New Adult Contemporary, atau “NAC”.
Standards/Big Band
Radio yang menyiarkan musik-musik yang dimainkan oleh Big Bands pada akhir tahun 30 hingga 40an, lagu-lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi yang diiringi Big Band pada tahun 40an dan 50an, dan/atau lagu-lagu dengan model yang serupa namun dimainkan oleh band masa kini. Format yang ditujukan bagi pendengar dewasa ini, kadang juga disebut sebagai format nostalgia. Sejumlah radio juga memutar lagu-lagu non pop rock yang dirilis dalam kurun waktu 60 tahun terakhir.
Talk
Adalah format atau program acara yang sebagian besar berisikan diskusi yang dipandu oleh pembawa acara atau penyiar mengenai peristiwa aktual atau topik-topik lainnya. Biasanya program perbincangan dilakukan dengan mengundang tamu ke studio atau melakukan pembicaraan dengan narasumber atau pendengar melalui telpon. Pembicara bisa berasal dari berbagai latar belakang keahlian. Kesehatan, pengobatan, politik dan masalah keuangan biasanya menjadi topik yang popular.
UrbanRadio atau acara radio yang memutar lagu-lagu seperti rap, hip-hop, r&b, and soul, atau yang dikenal dengan musik rhythm & blues beberapa dekade yang lalu. Racikan lagu yang diputar oleh radio Urban, sangat tergantung pada usia sebagian besar target pendengar. Ada juga radio Urban dengan target pendengar dewasa, yang menyiarkan lagu-lagu soul dan r&b yang diproduksi lebih dari 20 tahun lalu dan dikenal sebagai “Urban AC”.
World Music
Acara radio yang memutar lagu-lagu yang mengangkat berbagai bentuk musik dari berbagai daerah di dunia, meskipun belum tentu dimainkan oleh musisi dari daerah yang bersangkutan atau semata-mata ditujukan untuk pendengar yang berasal dari daerah tersebut.
Format Musik Lainnya
Masih banyak format musik lain yang populer, termasuk Jazz, Classical, Spanish, dan Country. Di sejumlah wilayah di Amerika, jenis-jenis musik tersebut sudah termasuk sebagai sub kategori format-format siaran di atas.
compiled from http://www.nyradioguide.com
Oh ya, tambahan lagi.... mungkin ada yang merasa kurang sependapat dengan klaim di awal bahwa Radio Volare menganut Hot Adult Contemporary. Ada benarnya. Karena tidak seperti radio di Amerika yang saklek dengan format musik yang dipilih sehubungan dengan tingkat persaingan radio yang begitu tinggi (plus dalam perebutan pendengar tentunya), Volare sedikit lebih fleksibel, yang juga mengadopsi musik yang biasa dipilih oleh radio yang berformat musik Adult Alternative Album atau Triple A.

Terussss.... kenapa juga memilih yang berbau "adult"? Kenapa susah-susah tidak menyetel yang lagi ngetop aja yang sama dengan yang ada di radio lain atau yag ada di TV? Jadinya kan kalau mau rekues susah....

Wah, kalau bisa beda kenapa harus sama? Karena musik adalah masalah selera, dan tentu kita tidak bisa menyamakan selera setiap orang. Ibarat di TV nasional kita, ketika nyaris semua channel menayangkan sinetron, apakah semua penonton menyukainya? Ngga, kan? Pasti ada yang milih cari channel yang menyiarkan berita, setel TV kabel atau ... setel radio :D

Lagipula, Volare perlu konsisten dengan sajian acaranya yang mengarah kepada dewasa muda, bukan remaja. Tapi kalau ada remaja punya selera dan minat yang cocok dengan apa yang kami sajikan, terimakasih. Selamat mendengarkan.

Posted in , | Leave a comment

FANS CLUB RADIO? 80'S SKALIII....

Kayaknya dengan kemajuan teknologi sekarang ini, yang namanya fans club ngga mesti berarti bikin kumpul-kumpul bareng...atau bahasa kerennya gathering... Jamdul, rame-rame ngebis ke tempat wisata bareng awak radio, rasanya keren betul! Tapi sekarang, duh...mau diajak jalan-jalan kemana? Pasir Panjang, anyone?

Sebetulnya, dengan masuknya lembaga-lembaga ke dalam Friendster, dengan sendirinya sudah membentuk komunitas para penggemar, alias fans club. Soalnya, Friendster sendiri tadinya kan ditujukan untuk perorangan, tapi banyak juga akhirnya dari band, sampe LSM yang ikutan, termasuk ya Radio Volare ini. Are you in?

Bukannya apa, jaman sekarang ini, ngaku aja deh, kita udah makin males! Kalau sudah ada remote control, ngapain mesti bangun dari duduk untuk matikan TV? Kalau sudah ada pizza delivery, ngapain bela-belain pergi ke restorannya hujan-hujanan? Kalau bisa ngobrol dengan penyiar lewat telepon, ngapain juga mesti ketemu langsung orangnya? Kalau bisa minta lagu lewat SMS, kenapa juga mesti susah-susah datang untuk menuliskan request di studio lalu pulang lagi ke rumah untuk mendengarkan?

Makanya, dengan makin banyaknya yang melek internet, Volare juga ngga boleh ketinggalan! Bikin website sudah mulai dijabanin sejak tahun 2002, dan sekarang sedang dibuat renovasinya. The new version is still under construction. Be patient. Meanwhile, makasih banget buat yang rajin ngunjungi website Volare untuk sekedar ngecek lagu nomer satu apa minggu ini, atau siapa artis yang kepilih masuk FOTIS MINI, juga yang rajin ngerequest di situ...

Balik lagi ke Friendster tadi, saat ini friends-nya Volare sudah lebih dari 300 dan terus bertambah. Mudah-mudahan sih, bisa saingan juga dengan radio lain yang punya lebih dari 3 account. Yang lebih menggembirakan, semakin banyak juga anak Pontianaknya! Tidak seperti di awal, yang kebanyakan justru dari luar Pontianak. Friendster ini akan jadi salah satu media buat Volare mendekatkan diri dengan penggemar.

Dan satu lagi, of course, the blog.. Siapa saja boleh memberikan komentar terhadap blog yang ditulis. Memangnya siapa penulis blog? Umm... well, niatnya sih semua yang ada di Volare, terutama penyiar-penyiarnya bisa ikut nulis di sini...

Siapa tahu pemikiran-pemikiran yang ditampilkan di sini sejalan dengan pemikiran Anda. Atau justru bertolak belakang? Don't be hesitate, give us your comment! We are about to start....(/du)

Posted in | Leave a comment
Radio Volare. Powered by Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.