Tentang Ketidakbahagiaan Pada Siang Itu (jukebox edition)

elloow..dear Bujang Dare..lama nggak on air bikin kangen sama semuaa...
Sebelum saya memutuskan untuk berlibur ke rumah sakit, saya masih ingat di siang terakhir itu.
Suatu siang yang panas, dalam sebuah Jukebox dengan topik
'kapan sih Bujang Dare ngerasa nggak bahagia?'
Siang itu kusedikit sedih dan kecewa karena Bujang Dare masih tergila-gila request dan kirim salam seperti biasanya..padahal di Jukebox sekarang bisa beropini. Ugghhhh..benci aku...
(aming style set mode on ^_^)

Tapi siang itu ternyata bisa berubah menjadi teduh, eh ada si dia yang nangis tersedu-sedu dengan opini yang kelabu.
Katanya
"aku waktu itu ngerasa nggak bahagia banget karena tau mamanya pacar nggak suka sama aku"
(loh..padahalkan kamu bisa pacaran dengan pacar yang suka sama mama kamu)
Lalu ada lagi yang menulis pesan bahwa
"gimana mau bahagia, setiap kali buka slip gaji eh ternyata gajinya nggak pernah naik-naik"
(saran saya, kamu buka slip gajinya sambil naik tangga atau berdiri-diri di tower volare yang tinggi itu..pas buka slip eh kamu udah diketinggian..jadinya kamu aja yang naik-naik gajinya nggak)

berbagai problem yah tentang ketidakbahagiaan itu.
Untuk sementara sengaja kuputar lagu dulu karena kuingin secangkir kopi yang kabarnya jadi bahagiaku.

Siang itu masih teduh, orang-orang menunggu tehnya diseduh, kutawarkan kopi mereka malah mengeluh, mengaduh dan berseru
"kamu tidak lucu" lalu kutertunduk haru dan melanjutkan membaca sms request dan kirim salam, tak lupa juga ada opini yang menunggu.

Katanya,
"aku udah 5 kali bolak-balik masuk rumah sakit karena harus cuci darah, dan itu sama sekali nggak bahagia"
(aduh neng, saya bolak-balik masuk rumah sakit tapi bahagia, karena banyak buah, makanan lezat dan di manja, seperti punya jin dalam botol bisa minta apa saja, dan mungkin mati bahagia)

Lalu perlahan tapi pasti ada satu lagi sms yang coba menyelinap segera kutangkap. Ternyata dia si pencari cinta yang kurang beruntung, dia bilang bahwa
"aku merasa susah sekali mengejar kebahagiaan saat orang yang aku taksir nggak nyadar kalo aku suka sama dia"
(kamu sih menaksir sambil berlari-lari, pelan aja neng, ntar kalo belum sadar juga, coba deh panggil p3k atau dokter jaga, tanyakan, apakah dia pingsan atau mati suri?)

Tentang ketidakbahagian bermacam halnya di siang hari itu. Ada yang bilang kalau
"aku gimana mau bahagia karena aku nggak bisa jalan"
(wah..kamu nggak bisa jalan atau nggak ada kendaraan jadi nggak bisa jalan-jalan? yang jelas donk..tapi percayalah, akan ada jalan untuk mencapai kebahagian)

Jukebox siang itu berubah seperti berada di ruang tunggu sebuah rumah sakit, dimana para pasien saling tukar cerita tentang penyakitnya.
Untuk sebuah ketidakbahagiaan aku pikir cinta adalah sebab utama, ternyata pada siang itu yang menjadi sumber ketidakbahagiaan adalah penyakit yang jadi biang keroknya.
Well..kenapa saya angkat topik ini? ya karena tiba-tiba saja saya merasa tidak bahagia dan kalah dalam taruhan peruntungan kebahagiaan.
Tapi setelah dapat opini sana-sini, saya mulai berpikir kalau saya bahagia. Dan seharusnya Bujang Dare juga begitu.
Setiap hari bukankah kita merasakan kebahagiaan. Kurang apalagi? hanya kita yang kurang menyadarinya.
Bangun melihat matahari pagi, tarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya kembali pada alam. Bukankah itu kebahagiaan yang tak terhingga?

Lalu kuputar sebuah lagu bagus yang semoga kalian mau mendengar, lagunya
Bill Withers yang berjudul Just The Two Of Us. Bill Withers berfirman bahwa "hal-hal baik akan terjadi kepada orang yang mau menunggu, bukan kepada orang yang terlambat menunggu."
Jadi tak berkeberatan bukan, kalau kamu mau menunggu bahagia itu datang?
Ketahuilah bahwa bahagia itu tiada batasnya sedang ketidakbahagiaan selalu ada batasnya.
Kamu minta apa aja sama Tuhan, pasti diberikan. Tapi kalau Tuhan memberikan ketidakbahagiaan itu pasti sesuai dengan kemampuan kamu, dan pasti berbatas.
Loh..loh..kok saya jadi ikutan bersabda?
Sebentar, kumenghirup kembali kopi dalam cangkir dan ini adalah bahagia juga.

Siang itu masih sangat teduh, telah tiga jam tidak terasa waktu begitu saja lewat. Lalu kututup Jukebox dengan salam hangat.
Maaf jika kubanyak bercanda, karena menurutku ketidakbahagiaan harus direspon dengan kebahagiaan, jangan dengan pikiran yang ruwet karena esok masih menunggu untuk dilewati. Buat aku yah senyum aja.
Siang yang teduh berubah menjadi sore yang indah.
Kutinggalkan studio melangkah pelan mempersiapkan diri ke rumah sakit.
Dalam hati aku masih bertanya-tanya, apa aku bahagia, apa aku tidak bahagia? tapi aku senyum aja.

Eits..tunggu sebentar. Ada yang terlupa.
Kuhirup lagi kopi yang tersisa di cangkir terakhir.

ps. Setelah kembali dari liburan di rumah sakit, bahagia atau tidak bahagia, aku tetap tersenyum bisa menatap sinar mentari, menghirup nafas panjang, dan menghembuskannya kembali ke alam.
Aku hanya sedikit bersedih, bulan juni akan segera berakhir.
Oh ya..semoga sebentar lagi aku sudah bisa siaran kembali.

miss you all
daaa..daaaaaaaaaahhhh
(-teeara)

Bookmark the permalink. RSS feed for this post.
Radio Volare. Powered by Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.