Tips 3/3: Merawat batik




Punya pakaian batik? Batik memiliki ciri khas dengan corak yang unik dan warna yang indah. Mungkin punya koleksi batik untuk segala acara? Kalau punya banyak mesti tahu bagaimana caranya merawat batik supaya tetap awet dan tetap indah, ada beberapa tips yang bisa Bujang Dare contek nih:

  1. Mencuci batik. Mencuci baju batik tidaklah sama dengan mencui baju pada umumnya, karena baju batik dibuat dengan bahan yang berbeda dengan baju biasa, oleh karena itu hati-hati dalam mencuci baju batik agar warnanya tidak luntur dan pudar, kali ini saya kan sharing bagaimana cara menuci baju batik agar tidak luntur dan warna baju batik tetap alami seperti baru. Mencuci kain batik dengan menggunakan shampo rambut. Sebelumnya, larutkan dulu shampo hingga tak ada lagi bagian yang mengental. Setelah itu baru kain batik dicelupkan. Bujang Dare juga bisa menggunakan sabun pencuci khusus untuk kain batik yang dijual di pasaran. Atau bisa menggunakan buah lerak.
  2. Menjemur batik. Setelah selesai dicuci, menjemur batik di tempat yang teduh tetapi Bujang Dare tidak perlu memerasnya, biarkan saja kain tersebut mengering secara alami. Pada saat menjemur sebaiknya  tarik bagian tepi kain agar serat kain yang terlipat kembali seperti sediakala. jangan menjemurnya langsung di bawah sinar matahari. Jemurlah di tempat teduh atau diangin-anginkan hingga kering.
  3. Menyetrika dan penyimpanan. Sesudah disetrika sebaiknya Bujang Dare simpan batik dalam plastik agar tidak dimakan ngengat. Sebaiknya jangan memberi kapur barus karena zat padat ini terlalu keras sehingga bisa merusak kain batik. Ada baiknya Bujang Dare beri merica atau lada yang dibungkus dengan tisu lalu masukkan dalam lemari pakaian untuk mengusir ngengat. Atau Bujang Dare bisa menggunakan akar wangi yang sebelumnya dicelup ke dalam air panas kemudian dijemur, lalu dicelup sekali lagi ke dalam air panas dan dijemur. Setelah akar wangi tersebut kering Bujang Dare baru bisa menggunakannya.

Punya koleksi batik yang lumayan komplit tapi sayang warna batik bujang dare sudah mulai pudar dan tidak indah lagi warnanya, supaya hal seperti itu tidak terjadi Bujang Dare perlu untuk menghindari:

  1. Menggosok dan menggunakan deterjen saat dicuci. Pada saat mencuci batik jangan digosok dan jangan gunakan deterjen. Jika batik tidak terlalu kotor maka Bujang Dare bisa mencucinya dengan air hangat. Tapi jika batik terkena noda maka Bujang Darebisa mencucinya cukup dengan sabun mandi saja. Akan tetapi jika nodanya masih membandel maka Bujang Dare bisa menghilangkannya dengan kulit jeruk pada bagian yang kotor saja. Janganlah mencuci kain batik dengan menggunakan mesin cuci.
  2. Menyeterika langsung. Hindari penyetrikaan secara langsung, untuk menjaga kerapian batik bujang dare, terlalu kusut Bujang Dare bisa semprotkan air di atas kain batik lalu lapisi batik Anda dengan kain lainnya. Hal ini untuk menghindari kain batik terkena panas langsung dari setrikaan yang bisa membuat warna batik memudar.
  3. Memberi wewangian. Bukannya tidak boleh ni, tapi jangan menyemprot langsung pada kainnya. Gimana caranya? Sebelumnya, tutupi dulu kain dengan koran, lalu semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain. Sebaiknya Bujang Dare tidak menyemprotkan parfum atau minyak wangi langsung ke kain atau pakaian berbahan batik sutera berpewarna alami.

Sudah tahu kan caranya? Selamat mencoba ya.




Simak Kericau Pagi di Radio Volare Pontianak, FM 103.4, dari Senin-Jumat, pukul 06.30-07.00 bersama @febiresi

Posted in , . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.
Radio Volare. Powered by Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.