Tips 3/3: Merawat gigi susu




Tugas Lisa saat ini adalah memberikan info sederhana namun berguna bagi keseharian Bujang Dare di 3 atau 3. Hari ini Lisa akan berbagi info tentang tips merawat gigi susu. Beberapa orangtua beranggapan bahwa gigi susu tidak perlu dirawat karena mereka akan tanggal dalam beberapa tahun. Ini adalah pemahaman yang keliru. Gigi susu sangat berperan terhadap perkembangan rahang, otot-otot wajah dan kesehatan gigi permanen. Meskipun gigi susu akan digantikan oleh gigi permanen, hal itu harus terjadi di usia yang tepat. Jika gigi susu hilang terlalu awal, gigi-gigi permanen cenderung tidak diposisikan dengan benar, tumbuh miring atau bahkan terhalang gigi lain. Oleh karena itu, penting sekali bagi para orangtua untuk memerhatikan kesehatan gigi susu. Langsung saja kita simak 3 hal yang dianjurkan untuk merawatnya:

  1. Gigi susu membutuhkan perawatan yang sama dengan gigi permanen. Mereka membutuhkan perhatian dari infeksi atau cedera langsung maupun tidak langsung. Pengobatan cepat dan tepat harus diberikan pada gigi susu yang membusuk atau terluka karena jatuh atau trauma.
  2. Segera setelah gigi susu pertama muncul, Bujang Dare harus mulai menyikat gigi anak. Pada awalnya, Bujang Dare cukup menggunakan jari atau kapas untuk membersihkan gigi anak. Pada usia sekitar satu tahun, Bujang Dare dapat mulai menyikat gigi anak dan kemudian mengawasi dan membimbing anak untuk menyikat gigi. Bimbinglah anak untuk menyikat gigi sampai usia 3-4 tahun atau sampai anak mampu menyikat sendiri dengan baik. Kemudian, Bujang Dare cukup mengawasinya.
  3. Pilihlah sikat gigi anak yang baik, yang memiliki bulu bulat dan lembut. Kepala sikat harus kecil agar dapat menjangkau semua sudut. Gagangnya harus cukup tebal namun cocok, nyaman dan aman di tangan anak. Gunakan pasta gigi khusus anak-anak dengan bahan yang tidak berbahaya bila tertelan. Carilah pasta gigi dengan kandungan flouride maksimum 600 ppm. Fluoride sangat penting untuk pembentukan gigi yang sehat.


Lisa akan melanjutkan kembali topik di 3 atau 3 kali ini yaitu tentang tips merawat gigi susu anak. Ini dia 3 hal yang sebaiknya tidak Bujang Dare lakukan:

  1. Membiarkan anak memakai terlalu banyak pasta gigi.  Dengan rasa yang enak, seringkali anak-anak sengaja memakan pasta gigi. Gunakan sebesar kacang tanah saja. Jangan termakan pengaruh iklan yang menunjukkan penerapan pasta gigi sampai menutupi semua permukaan sikat gigi. Overdosis flouride pada saat pembentukan gigi dapat mengakibatkan masalah yang disebut fluorosis. Gigi anak menjadi berwarna coklat dengan bintik-bintik putih permanen.
  2. Menakuti anak dengan gambaran dokter gigi yang seram dan menyakitkan. Ajak anak mengunjungi dokter gigi secara rutin minimal sekali dalam 6 bulan dan berikan pandangan yang benar bahwa perawatan gigi tidak hanya dilakukan saat ada kerusakan atau cedera, tetapi juga untuk merawat dan memastikan kesehatan gigi, mulut dan gusi anak.
  3. Mengabaikan kebiasaan mengisap jempol. Mengisap jempol adalah normal sampai usia sekitar 3-4 tahun. Jika mengisap jempol terus berlanjut setelah usia ini, sebaiknya dilakukan upaya untuk menghentikannya karena dapat berakibat buruk pada gigi. Cara tradisional untuk menghentikan kebiasaan ini adalah dengan penerapan sesuatu yang pahit (misalnya brotowali) di jempol anak.


Jika perawatan dilakukan, gigi susu anak akan mempermanis penampilannya dan membuatnya terbiasa merawat giginya sendiri ketika dewasa kelak.


Simak Kericau Pagi di Radio Volare Pontianak, FM 103.4, dari Senin-Jumat, pukul 06.30-07.00 bersama @lisaragih

Foto: dailytooth.com

Posted in , . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.
Radio Volare. Powered by Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.